Strategi Perawatan untuk Mempercepat Pemulihan Pasca Operasi






Keselamatan pasien menjadi parameter penting dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Salah satu indikator yang dapat menggambarkan kualitas hasil perawatan pasien bedah adalah komplikasi pasca operasi (1). Angka kejadian komplikasi pasca operasi berbanding lurus dengan frekuensi prosedur operasi. Ribeiro mengemukakan bahwa pelaksanaan prosedur operasi di seluruh dunia berjumlah sekitar 234,2 juta setiap tahun, dengan jumlah kurang lebih 7 juta pasien mengalami komplikasi pasca operasi yang menyebabkan masalah kesehatan serius (2).

Prosedur operasi, termasuk penggunaan obat-obatan anestesia, dapat mempengaruhi tingkat kesadaran pasien; fungsi pernapasan, aktivitas otot, suhu tubuh, kondisi mental, dan fungsi jantung pasien pada periode pasca operasi (3). Penurunan fungsi sistem tubuh pasien tersebut menjadi faktor pendukung terhadap kejadian komplikasi pasca operasi. Insiden dan komplikasi serius pasca operasi meliputi: kegagalan mengeluarkan benda asing dari tubuh pasien pada akhir periode operasi; emboli paru-paru pasca prosedur operasi; trombosis vena pasca operasi; sepsis pasca operasi; dan dehisensi luka pasca operasi (4).

Insiden komplikasi pasca operasi dapat meningkatkan risiko pelaksanaan operasi berulang, menambah durasi rawat inap di rumah sakit (hospital lengths of stay), menurunkan kualitas pengelolaan tempat tidur ruang rawat inap (bed management), dan meningkatkan mortalitas. Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) adalah salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk mengurangi respons stress pasca operasi dan disfungsi organ. Strategi ERAS dapat meningkatkan pemulihan motilitas usus, mempercepat pemulihan, menurunkan angka morbiditas berkaitan komplikasi pasca operasi dan meminimalkan perawatan di rumah sakit (5).

Komplikasi pasca operasi menjadi salah satu indikator yang menggambarkan kualitas hasil perawatan pasien bedah. Komplikasi ini masih menjadi masalah yang signifikan bagi pasien, pemberi layanan kesehatan, dan pembuat kebijakan, meliputi meningkatkan risiko pelaksanaan operasi berulang, menambah lama perawatan di rumah sakit, menurunkan kualitas pelayanan kesehatan, dan meningkatkan angka kematian pasien.


Program ERAS merupakan pendekatan multidisiplin profesional kesehatan yang terkoordinasi. Implementasi ERAS juga membutuhkan partisipasi aktif pasien dalam proses pemulihan pasca operasi melalui konsep pemberdayaan pasien (6). Karena itu, pasien pasca operasi perlu mendapat perhatian serius serta edukasi dari pemberi layanan kesehatan mengenai aktivitas mobilisasi dini, pengenalan makanan oral sejak dini, manajemen gejala secara adekuat (7), dan pengurangan analgesik opioid. Implementasi program ERAS melalui berbagai aktivitas tersebut dapat menimimalkan komplikasi pasca operasi dan mengurangi beban biaya institusi pelayanan kesehatan. Manfaat tersebut dapat dicapai melalui strategi edukasi dan keterlibatan pasien dalam program pemulihan pasca operasi (6).

Perawat memiliki peran penting dalam upaya mencegah insiden tersebut melalui implementasi strategi Enhanced Recovery After Surgery (ERAS). Peran seorang perawat dalam program ERAS mencakup melatih pasien melakukan mobilisasi dini, melakukan asupan makanan oral sejak dini, manajemen gejala pasca operasi, serta manajemen nyeri secara adekuat. Efektifitas implementasi program ERAS dapat tercapai melalui pendekatan multidisiplin profesi dan partisipasi aktif pasien untuk pemulihan pasca operasi. Keterlibatan pasien dapat dioptimalkan melalui metode pendidikan kesehatan yang tepat, misal video edukasi perawatan pasca operasi: MY DURASI. Video tersebut dapat diakses melalui link berikut: https://youtu.be/jgRQZQQ3gLs.

 


Referensi:

  1. Llamas, R. D. l. P., & Ramia, J. M. (2019). Postoperative Complications in Gastrointestinal Surgery: A Hidden Basic Quality Indicator. World J Gastroenterol, 25(23), 2833-2838
  2. Sousa, A. F. L., Bim, L. L., Hermann, P. R. S., Fronteira, I., & Andrade, D. (2020). Late postoperative complications in surgical patients: an integrative review. Rev Bras Enferm, 73(5), e20190290
  3. Dahlberg, K., Brady, J. M., Jaensson, M., Nilsson, U., & Odom-Forren, J. (2021). Education, Competence, and Role of the Nurse Working in the PACU: An International Survey. J Perianesth Nurs, 36(3), 224-231 e226
  4. Amiri, A., Solankallio-Vahteri, T., & Tuomi, S. (2019). Role of nurses in improving patient safety: Evidence from surgical complications in 21 countries. Int J Nurs Sci, 6(3), 239-246
  5. Ji, W., Chandoo, A., Guo, X., You, T., Shao, Z., Zheng, K., Wang, J., Bi, J., Smith, F. G., Tucker, O. N., & Shen, X. (2018). Enhanced recovery after surgery decreases intestinal recovery time and pain intensity in patients undergoing curative gastrectomy. Cancer Manag Res, 10, 3513-3520
  6. Mendes, D. I. A., Ferrito, C., & Goncalves, M. I. R. (2018). Nursing Interventions in the Enhanced Recovery After Surgery(R): Scoping Review. Rev Bras Enferm, 71(suppl 6), 2824-2832
  7. Ljungqvist, O., Scott, M., & Fearon, K. C. (2017). Enhanced Recovery After Surgery: A Review. JAMA Surg, 152(3), 292-298


Posting Komentar