The Most/Recent Articles

Belajar Hidup Bersih Sejak Dini, Mahasiswa KKN Undip Edukasi PHBS kepada Siswa Sekolah Dasa


SRAGEN, 22 Juli 2026 — Membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan anak. Mahasiswa KKN Undip Reguler Kelurahan Toyogo melaksanakan program edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada siswa-siswi sekolah dasar melalui penyampaian materi secara interaktif dan praktik langsung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta membangun kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan beberapa penerapan PHBS yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, meliputi cuci tangan pakai sabun (CTPS), menjaga kebersihan gigi dan mulut melalui kebiasaan menyikat gigi, menjaga kebersihan toilet, serta membuang sampah pada tempatnya. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa.

Salah satu kegiatan utama dalam edukasi tersebut adalah pengenalan dan praktik langkah-langkah CTPS. Siswa terlebih dahulu diberikan penjelasan mengenai pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun, terutama sebelum makan dan setelah melakukan aktivitas tertentu. Setelah itu, mahasiswa memberikan contoh setiap tahapan CTPS yang kemudian diikuti oleh siswa secara langsung.

Selama praktik berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme dalam mengikuti setiap tahapan. Sebagian besar siswa mampu mengingat dan mempraktikkan kembali langkah-langkah CTPS setelah diberikan contoh. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa siswa yang lupa pada beberapa tahapan. Hal tersebut menjadi hal yang wajar mengingat edukasi dan praktik dilakukan dalam satu kali pertemuan sehingga siswa masih membutuhkan pembiasaan dan pengulangan untuk mengingat seluruh langkah dengan baik.

Selain praktik CTPS, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut, menggunakan toilet dengan bersih, serta membuang sampah pada tempatnya. Siswa diajak memahami bahwa kebiasaan sederhana tersebut merupakan bagian dari PHBS yang dapat dilakukan secara mandiri, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh pengetahuan dan pengalaman praktik mengenai penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk mulai membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, khususnya dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan di sekitar mereka. 


Editor: Keredaksian Digdaya

Bazar Desa Toyogo Jadi Wadah Promosi UMKM sekaligus Dorong Kepedulian terhadap Kebersihan Lingkungan


SRAGEN, 9 Agustus 2026 — Bazar Desa Toyogo diselenggarakan di Lapangan Pancasila, Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, pada Minggu (9/8). Kegiatan ini menjadi salah satu wadah bagi pelaku UMKM Desa Toyogo untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka kepada masyarakat sekaligus memeriahkan rangkaian kegiatan desa.

Berbagai pelaku UMKM turut berpartisipasi dengan menawarkan beragam produk, mulai dari makanan, minuman, hingga produk lokal lainnya. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya pengunjung yang datang dan berinteraksi langsung dengan para pelaku usaha selama bazar berlangsung.

Selain mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, mahasiswa KKN Undip Reguler Desa Toyogo turut memperhatikan aspek kebersihan selama pelaksanaan bazar. Banyaknya stan dan aktivitas jual beli membuat sampah, khususnya dari kemasan makanan dan minuman, menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar lingkungan bazar tetap nyaman bagi pengunjung.

Sebelum kegiatan berlangsung, mahasiswa turut menyampaikan informasi mengenai tata tertib kebersihan kepada pelaku UMKM dan pihak yang terlibat dalam bazar. Informasi tersebut kemudian disampaikan kembali melalui booklet dan pembawa acara agar dapat diketahui oleh peserta maupun pengunjung.

Selama bazar berlangsung, mahasiswa juga turut memantau kondisi lingkungan di sekitar area kegiatan. Pelaku UMKM diingatkan untuk menjaga kebersihan area stan masing-masing dan tidak membiarkan sampah menumpuk di sekitar tempat berjualan. Upaya tersebut dilakukan agar kegiatan jual beli tetap berjalan dengan nyaman tanpa mengabaikan kondisi lingkungan. Di sisi lain, kebersihan menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan bazar karena tingginya aktivitas masyarakat selama kegiatan berlangsung. Meskipun demikian, keterlibatan panitia dan pelaku UMKM dalam menjaga kebersihan membantu membuat area bazar tetap lebih tertata selama kegiatan.

Melalui kegiatan ini, Bazar Desa Toyogo tidak hanya menjadi sarana promosi dan pemasaran produk UMKM lokal, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan kegiatan yang bersih dan nyaman. Keterlibatan mahasiswa dalam menjaga kebersihan diharapkan dapat mendukung pelaksanaan bazar yang tidak hanya meriah, tetapi juga tetap memperhatikan lingkungan sekitar.


Editor: Keredaksian Digdaya


Mahasiswa KKN Undip Turut Dukung Kegiatan Kesehatan Masyarakat Desa Toyogo melalui CKG dan Kunjungan Posyandu

 SRAGEN, 2026 —  Mahasiswa KKN Undip Reguler Desa Toyogo turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai bagian dari upaya mendukung kegiatan kesehatan masyarakat di lingkungan Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen.

Keterlibatan mahasiswa dilakukan melalui partisipasi dalam kegiatan CKG (Cek Kesehatan Gratis) di RW 6 serta kunjungan ke Posyandu RW 7. Kedua kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat sekaligus mengenal pelaksanaan pelayanan kesehatan di tingkat lingkungan. Kegiatan diawali dengan partisipasi mahasiswa dalam pelaksanaan CKG yang berlangsung pada 9 Juli 2026 di RW 6. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan arisan warga dan diikuti oleh masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN turut membantu mendukung kelancaran pelaksanaan CKG. Mahasiswa terlibat dalam proses registrasi peserta, mengarahkan warga selama mengikuti rangkaian kegiatan, membantu proses pemeriksaan, serta melakukan pencatatan hasil pemeriksaan sesuai dengan kebutuhan kegiatan. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan CKG memberikan kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan warga. Selain membantu pelaksanaan kegiatan, mahasiswa juga dapat melihat antusiasme masyarakat dalam mengikuti pemeriksaan kesehatan serta memperoleh pengalaman mengenai pelaksanaan kegiatan kesehatan di tingkat lingkungan.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan di lingkungan masyarakat menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan perhatian warga terhadap kondisi kesehatan mereka. Melalui pemeriksaan yang dilakukan, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatannya dan memperoleh informasi yang dapat menjadi dasar untuk lebih memperhatikan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya melalui kegiatan CKG, mahasiswa KKN juga melakukan kunjungan ke Posyandu RW 7 pada 3 Agustus 2026. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari kegiatan sosial kemasyarakatan untuk mengenal lebih dekat pelaksanaan kegiatan Posyandu serta membangun komunikasi dengan kader dan masyarakat setempat. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa berinteraksi dan berdiskusi dengan kader Posyandu mengenai pelaksanaan kegiatan Posyandu di lingkungan RW 7. Pembahasan juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal peran kader dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat serta berbagai kegiatan yang dilakukan di lingkungan setempat.

Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi sarana silaturahmi, tetapi juga memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai pentingnya keterlibatan kader dan masyarakat dalam mendukung keberlangsungan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

Melalui interaksi dengan kader, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa kegiatan kesehatan di tingkat masyarakat membutuhkan koordinasi dan partisipasi berbagai pihak. Kader memiliki peran penting dalam membantu menghubungkan pelayanan kesehatan dengan masyarakat sekaligus mendorong warga untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan mereka.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi pengalaman bagi mahasiswa KKN untuk memahami kondisi kesehatan masyarakat secara lebih dekat. Pengalaman di lapangan juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Kegiatan sosial kemasyarakatan yang dilakukan mahasiswa KKN Undip Desa Toyogo sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu Good Health and Well-being, melalui keterlibatan dalam kegiatan yang mendukung akses dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.

Melalui partisipasi dalam CKG dan kunjungan ke Posyandu, mahasiswa KKN berupaya memberikan kontribusi dalam kegiatan kesehatan masyarakat sekaligus membangun hubungan dengan masyarakat Desa Toyogo. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat untuk semakin peduli terhadap kesehatan serta memperkuat keterlibatan masyarakat dalam kegiatan kesehatan di lingkungan sekitar.

Editor: Keredaksian Digdaya

Mahasiswa KKN Tim II UNDIP Sosialisasikan Gerakan Anti Hoaks dan Bahaya Penyalahgunaan AI di SDN Sidodadi 1

 


SIDODADI, 23 Juli 2026 – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Desa Sidodadi dari Universitas Diponegoro sukses menyelenggarakan program kerja Sosialisasi Gerakan Anti Hoaks dan Bahaya Penyalahgunaan AI yang bertempat di SDN Sidodadi 1 Desa Sidodadi, Kecamatan Masaran, pada Kamis, 26 Juli 2026.

 Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk edukasi kepada siswa sekolah dasar mengenai pentingnya bersikap bijak dan kritis dalam menggunakan teknologi digital. Di tengah semakin mudahnya akses terhadap informasi melalui internet dan media sosial, anak-anak perlu dibekali pemahaman mengenai cara mengenali berita bohong (hoaks) serta mengetahui dampak dari penggunaan AI yang tidak bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pengertian hoaks, ciri-ciri informasi yang perlu dicurigai, cara sederhana memeriksa kebenaran suatu informasi, serta bahaya menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya. Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan AI dan diberikan pemahaman mengenai penggunaan AI secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.

Pelaksanaan sosialisasi dilakukan secara interaktif agar materi dapat lebih mudah dipahami oleh para siswa. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai hoaks dan AI menggunakan bahasa yang sederhana dan disertai contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak. Penyampaian materi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan kuis interaktif untuk menguji pemahaman siswa terhadap materi yang telah diberikan.

Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Antusiasme tersebut terlihat dari keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, serta mengikuti kuis yang diberikan oleh mahasiswa KKN.

Thala Mardias Pratiwi, salah satu mahasiswa KKN Tim II UNDIP, menyampaikan bahwa edukasi mengenai penggunaan teknologi perlu diberikan sejak dini agar anak-anak lebih bijak dalam menerima informasi. “Kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak dapat lebih bijak dalam menggunakan teknologi, mampu membedakan informasi yang benar dan hoaks, serta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya,” ujar Thala Mardias Pratiwi.

Selain memberikan pemahaman mengenai penggunaan teknologi secara bijak, kegiatan ini juga menanamkan kesadaran kepada siswa bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab dalam menggunakan dan menyebarkan informasi di ruang digital. Mahasiswa KKN berharap edukasi yang diberikan dapat membantu siswa menjadi pengguna teknologi yang lebih cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

Kegiatan sosialisasi kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa KKN dan para siswa SDN Sidodadi 1 sebagai dokumentasi kegiatan. Melalui program ini, mahasiswa KKN Tim II UNDIP berharap pengetahuan yang telah diberikan dapat diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik saat menggunakan media sosial maupun ketika menerima dan membagikan informasi melalui perangkat digital.

Penulis/Reporter: Tim KKN UNDIP Desa Sidodadi

Editor: Keredaksian Digdaya

Fotografer: Tim KKN UNDIP Desa Sidodadi

Kontak Media / Humas Kelompok: @lifeatsidodadi / kknsidodaditim1@gmail.com

Mahasiswa KKN-R Tim II Desa Sidodadi Dorong Pemanfaatan Kotoran Kambing Menjadi Pupuk Organik

SIDODADI, 23 Juli 2026Kotoran kambing yang selama ini hanya dibuang ke lahan sawah mulai dilirik sebagai sumber daya yang memiliki nilai guna bagi pertanian masyarakat Desa Sidodadi. Melalui program kerja pemanfaatan sumber daya lokal, mahasiswa KKN-R Tim II Desa Sidodadi mendorong masyarakat untuk mengolah kotoran kambing menjadi pupuk organik sebagai alternatif pemupukan yang lebih ramah lingkungan sekaligus menjadi solusi atas limbah peternakan yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan pada Kamis, 23 Juli 2026, di Kantor P3A Desa Sidodadi. Kegiatan diikuti oleh anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sidodadi bersama mahasiswa KKN-R Tim II Desa Sidodadi.


Program ini berangkat dari potensi Desa Sidodadi yang memiliki sektor peternakan dan pertanian yang cukup berkembang. Ketersediaan kotoran kambing menjadi salah satu sumber daya lokal yang berpotensi untuk dimanfaatkan kembali. Namun, kotoran kambing yang dihasilkan peternak selama ini umumnya langsung dibuang ke lahan sawah tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu.

Di sisi lain, sektor pertanian masyarakat masih banyak menggunakan pupuk kimia dalam kegiatan budidaya. Kondisi tersebut menunjukkan adanya peluang untuk menghubungkan potensi peternakan dengan kebutuhan pertanian melalui pemanfaatan kotoran kambing sebagai bahan baku pupuk organik.

“Alasan KKN-R Tim II Desa Sidodadi membuat program kerja ini adalah karena melihat adanya potensi desa berupa kotoran kambing yang masih belum dimanfaatkan melalui proses pengolahan. Oleh karena itu, program ini hadir sebagai salah satu upaya pemecahan masalah terhadap potensi lokal yang selama ini belum dimaksimalkan dengan baik,” ujar Ghilman Hizbul Islam, mahasiswa Peternakan Universitas Diponegoro sekaligus anggota KKN-R Tim II Desa Sidodadi.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-R Tim II Desa Sidodadi memberikan sosialisasi mengenai potensi sumber daya lokal Desa Sidodadi, khususnya kotoran kambing dan sektor pertanian. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan limbah peternakan sebagai bahan baku pupuk organik serta manfaat penggunaan pupuk organik sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dalam mendukung kegiatan pertanian.

Tidak hanya menyampaikan materi, mahasiswa KKN-R Tim II Desa Sidodadi juga menjelaskan tahapan pembuatan pupuk organik dari kotoran kambing secara runtut, mulai dari persiapan bahan, proses pencampuran dan pengolahan, hingga pupuk siap digunakan. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas kepada peserta, tahapan pembuatan tersebut disampaikan melalui video yang diputar menggunakan proyektor.

Dampak dari kegiatan sosialisasi kemudian dievaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai proses pembuatan dan pemanfaatan pupuk organik dari kotoran kambing. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa materi yang diberikan dapat diterima dengan baik oleh anggota Gapoktan Desa Sidodadi.


Bendahara Gapoktan Desa Sidodadi, Suroto, turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN-R Tim II Desa Sidodadi. Menurutnya, informasi yang diberikan dapat membantu petani dan peternak dalam memanfaatkan limbah yang sebelumnya belum dikelola secara optimal.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada Tim KKN Undip atas ilmu yang diberikan kepada kami (Gapoktan). Insyaallah dengan informasi ini petani dan peternak merasa terbantu untuk memanfaatkan limbah dan mengolah limbah menjadi bermanfaat,” ujar Suroto.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan masyarakat, tetapi dapat mendorong pemanfaatan kotoran kambing secara berkelanjutan setelah pelaksanaan KKN. Dengan pengolahan yang tepat, limbah peternakan yang sebelumnya hanya dibuang dapat memiliki nilai guna bagi pertanian sekaligus menjadi bagian dari upaya pemanfaatan sumber daya lokal Desa Sidodadi secara lebih optimal.


Editor: Keredaksian Digdaya




Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Ajarkan Budaya 5S Jepang untuk Membangun Karakter Sejak Dini

 

Dokumentasi Bersama Siswa SD Negeri 01 Sidodadi dalam Mengenal Budaya 5S Jepang


SRAGEN, 23 JULI 2026 – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II dari Universitas Diponegoro sukses menyelenggarakan program kerja Sosialisasi Budaya 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) yang bertempat di SD Negeri 01 Sidodadi Desa Sidodadi Kecamatan Masaran pada tanggal 23 Juli 2026.

Kegiatan ini diinisiasi sebagai upaya meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya kebersihan, kerapian, keteraturan, dan kedisiplinan sejak dini khususnya di lingkungan sekolah. Melalui pengenalan budaya 5S yang berasal dari Jepang, siswa diajak memahami bahwa kebiasaan sederhana seperti memilah barang, menata perlengkapan, membersihkan lingkungan, menjaga kebersihan, serta membiasakan hidup tertib dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan menyasar siswa SD Negeri 01 Sidodadi, program ini bertujuan memberikan edukasi sekaligus pengalaman praktis mengenai penerapan lima prinsip 5S. Siswa tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai Seiri (Ringkas), Seiton (Rapi), Seiso (Resik), Seiketsu (Rawat), dan Shitsuke (Rajin), tetapi juga diajak mempraktikkan prinsip tersebut melalui kegiatan yang interaktif.


Penanggung jawab program Sosialisasi 5S Revalia Fadhilla menjelaskan bahwa program ini dirancang agar memberikan dampak jangka panjang sebagai dasar bagi siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan, kerapian, dan kedisiplinan. ”Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap budaya 5S tidak hanya dipahami sebagai konsep dari Jepang, tetapi dapat menjadi kebiasaan sederhana yang diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.ujarnya saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemaparan materi 5S secara interaktif kemudian dilanjutkan dengan sesi quiz sebagai pemahaman akhir siswa. Siswa tampak sangat antusias mengikuti jalannya acara dari awal hingga akhir.

Guru SD Negeri 01 Sidodadi, Nanik Narwanti menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kontribusi nyata dari para mahasiswa. "Kami sangat berterima kasih atas kehadiran adik-adik mahasiswa KKN. Program ini benar-benar membuka wawasan baru bagi warga kami, khususnya dalam menumbuhkan kesadaran sejak dini yang dapat membentuk karakter siswa yang lebih disiplin, bertanggung jawab, peduli terhadap kebersihan, serta mampu menciptakan lingkungan yang rapi dan nyaman. Kami berharap apa yang diajarkan bisa terus diterapkan secara berkelanjutan," Ujarnya

Acara reportase ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama siswa SD Negeri 01 Sidodadi dengan membawa hadiah yang sudah dipersiapkan sebagai bentuk apresiasi karena sudah mendengarkan materi yang diberikan.

 
Penulis/Reporter: Tim KKN UNDIP Desa Sidodadi
Editor: Keredaksian Digdaya
Fotografer: Tim KKN UNDIP Desa Sidodadi
Kontak Media / Humas Kelompok: @lifeatsidodadi / kknsidodaditim1@gmail.com