Judul : Aku Wong Mbesuk! Politik Memori Masa Kecil Penyintas Bencana Lumpur Lapindo
Karya : Muhammad Fahmi Nurcahyo
Apa perlunya mengingat bencana? Dan apa yang didapat dari mengingatnya? Pertanyaan inilah yang menjadi titik berangkat buku ini. Dua dekade telah berlalu sejak semburan lumpur Lapindo menghancurkan ruang hidup puluhan ribu warga dan menenggelamkan sedikitnya enam belas desa di tiga kecamatan—Porong, Tanggulangin, dan Jabon—di Kabupaten Sidoarjo. Sebuah bencana yang bukan hanya merenggut rumah dan tanah kelahiran, tetapi juga memutus keberlanjutan kehidupan sebuah masyarakat.
Buku ini berangkat dari pengalaman bersama warga penyintas lumpur Lapindo di Sanggar Alfaz, Desa Besuki Timur, Kecamatan Jabon. Di ruang komunitas ini, berbagai kisah tentang trauma, kehilangan, dan upaya bertahan hidup terus hidup dalam ingatan para penyintas. Terutama bagi arek-arek Sanggar Alfaz—anak-anak yang sejak kecil tumbuh di tengah bencana—ingatan tentang kampung halaman yang tenggelam menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan hidup mereka.
Contact Person: 0878-3443-3309 (Mimin Aya)

Posting Komentar