The Most/Recent Articles

Pre Order Novel 367 Hari



Judul          : 367 Hari

Karya         : Farrel Latifa Putri Islamy

Halaman    : 240
 
Harga         : 60.000

Stok            : 100 Buku (Cetakan Pertama)

Free Pembatas Buku

Sinopsis

Pada tahun 2025, Prince. Seorang pemuda yang hidup dalam kesedihan setelah kehilangan ibunya. Memiliki harapan yang begitu mustahil untuk terwujud.

"Tuhan, hamba ingin kembali ke masa lalu."

Dirinya ingin mengulang momen-momen bersama sang ibu, mengubah takdir yang membuatnya sendiri di dunia ini. Namun, doa itu dijawab dengan cara yang tak ia duga. Entah ia harus bahagia atau menangis penuh derita. Bukannya kembali ke masa kecilnya, ia justru terbangun dalam tubuh seorang pria bernama Alan. Seorang pemuda Bandung di tahun 1946. Ini bukan nostalgia yang ia harapkan. Ini adalah masa ketika negerinya terbakar dalam api perjuangan. Ini adalah waktu di mana neneknya sendiri masih remaja, hidup di tengah dentuman bom dan kobaran semangat rakyat yang rela membakar kotanya sendiri demi kebebasan.


Contact Person: 0878-3443-3309 (Mimin Aya)

Pre Order Buku Secarik Rindu yang Semu



Judul          : Secarik Rindu yang Semu

Karya         : Atika Rahmah

Halaman    : 129
 
Harga         : 50.000

Stok            : 100 Buku (Cetakan Pertama)

Free Pembatas Buku

Sinopsis

Buku ini dibuat bukan tanpa alasan. Saya mencoba menumpahkan apa yang sedang dirasakan. Buku ini saya improve agar tidak benar-benar menunjukkan kebenaran dari kisah nyatanya. Buku ini saya persembahkan untuk kalian yang mungkin masih dalam bujuk rayuan fana, agar bisa kembali mencintai Rab-Nya melebihi dari mencintai ciptaan-Nya. Bahwa manusia yang pernah tersesat, juga bisa kembali ke jalan yang Allah ridho’i dengan adanya niat yang kuat.


Contact Person: 0878-3443-3309 (Mimin Aya)

Pre Order Buku Jejak Cahaya: Kisah, Harapan, dan Kenangan


 Judul          : Jejak Cahaya: Kisah, Harapan, dan Kenangan

Karya         : Talita Veda Azaria

Halaman    : 121
 
Harga         : 50.000

Stok            : 100 Buku (Cetakan Pertama)

Free Pembatas Buku

Sinopsis

Jejak Cahaya: Kisah, Harapan, dan Kenangan adalah kumpulan puisi yang merangkum perjalanan emosi manusia dalam menapaki kehidupan. Setiap baitnya merekam jejak langkah, dari luka yang mendewasakan, harapan yang menyala di tengah gelap, hingga kenangan yang tersimpan dalam keheningan.
Melalui kata-kata yang lembut namun penuh makna, buku ini mengajak pembaca untuk merenungi perjalanan mereka sendiri—tentang kehilangan yang menguatkan, cinta yang memberi arti, dan impian yang terus berpendar.
Seperti cahaya yang selalu menemukan jalannya, puisi-puisi dalam buku ini hadir sebagai teman bagi hati yang mencari makna dalam setiap kisah, harapan, dan kenangan yang tertinggal.

Contact Person: 0878-3443-3309 (Mimin Aya)

Pre Order Buku Petualangan Dunia Sihir


 

Judul          : Petualangan Dunia Sihir

Karya         : Kalila Divanni Aditya

Halaman    : 81
 
Harga         : 45.000

Stok            : 100 Buku (Cetakan Pertama)

Free Pembatas Buku

Sinopsis

Petualangan Dunia Sihir menceritakan kisah seorang anak bernama Sena yang secara tiba-tiba masuk ke dunia magis yang penuh dengan keajaiban. Dunia ini dipenuhi oleh makhluk ajaib, pohon-pohon yang bisa berbicara, dan tempat-tempat misterius yang belum pernah dilihatnya sebelumnya. Suatu hari, Sena bersama temannya Mika, yang juga penasaran dengan dunia sihir, menemukan sebuah pintu rahasia di tengah hutan. Tanpa mereka sadari, pintu tersebut membawa mereka ke dunia yang sangat berbeda dari dunia biasa. Di dunia sihir ini, mereka bertemu dengan berbagai makhluk magis dan berpetualang bersama-sama untuk menyelamatkan dunia tersebut dari ancaman kekuatan jahat yang mencoba menghancurkan segala keindahan dan keajaibannya.

Contact Person: 0878-3443-3309 (Mimin Aya)

Pre-Order Buku Pelukan di Akhir Kelam

 




Judul          : Pelukan di Akhir Kelam

Karya         : Nailuz Zahra Isnaeni

Halaman    : 101
 
Harga         : 50.000

Stok            : 100 Buku (Cetakan Pertama)

Free Pembatas Buku

Sinopsis
"Penghianatan, perselingkuhan, pembulyan, pengekangan, dan kehancuran menghantui Kehidupan seorang anak perempuan. Kehidupan tragis, perjalanan penuh batu dan duri yang terus menembus tubuh perempuan mungil itu. Impian dan keinginan yang ditinggalkan demi sebuah harapan. Rasa takut dan kecewa tak pernah tertinggal dalam setiap perjalanan hidupnya. Perlahan dan sedikit rasa lelah yang ia rasakan, tak memberikan jalan buntu untuk terus bangkit kedepan. Namun, bantaian yang ia rasakan kini telah sangat membabi buta, membunuh setiap belaian tangan dan perkataan. Akankah dia bertahan untuk mengatakan kebenaran?, ataukah memilih diam untuk menyempurnakan khayalan indah nya?."

Contact Person: 0878-3443-3309 (Mimin Aya)

Terapi Komplementer dalam Keperawatan

 


Terapi komplementer, atau juga disebut terapi alternatif, telah menjadi bagian dari sistem pelayanan kesehatan di seluruh dunia. Pengertian komplementer merujuk pada suatu aktivitas atau produk yang digunakan sebagai terapi tambahan dalam terapi medis sehingga menghasilkan perawatan kesehatan yang terintegrasi [1]. Terapi komplementer juga dapat disebut sebagai pengobatan holistik. Terapi ini dapat mempengaruhi seorang individu secara menyeluruh, baik pikiran, badan, dan jiwa dalam satu kesatuan fungsi. Penggunaan terapi komplementer ini bertujuan untuk memperbaiki fungsi sistem tubuh, meredakan gejala-gejala sakit, dan meningkatkan kesejahteraan individu [2,3].

Berbagai modalitas pengobatan dapat digunakan sebagai terapi komplementer yang bermanfaat bagi kesehatan. National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH) telah mengklasifikasikan jenis terapi komplementer dan integrasi praktinya [1], sebagai berikut:

1.    Produk alami, yaitu jenis terapi komplementer yang menggunakan substansi/bahan dari alam. Terapi ini meliputi penggunaan bahan herbal, vitamin, mineral, dan suplementasi diet probiotik.

2. Aktivitas tubuh dan pikiran, yang mencakup chiropractice, osteopathic manipulation, teknik pijatan, meditasi, yoga, akupuntur, teknik relaksasi, teknik distraksi, terapi hipnotis, aromaterapi, terapi musik, dan terapi gerakan (misal Tai Chi).

3. Terapi komplementer lain, yang meliputi traditional chinese medicine, ayurvedic, pengobat tradisional, naturopathy, dan homeopathy.


Penggunaan bahan herbal, yaitu minyak atsiri, sebagai aromaterapi dapat memberikan manfaat analgesik; meredakan gejala depresi, stres, gangguan tidur, atau kecemasan; dan meredakan infeksi


    Penggunaan bahan herbal sebagai terapi komplementer telah diaplikasikan secara luas dalam sistem pelayanan kesehatan, terutama bidang keperawatan. World Health Organization (WHO) telah merekomendasikan penggunaan obat tradisional dalam upaya pemeliharaan kesehatan, pencegahan, dan pengobatan penyakit. Organisasi WHO juga telah menyatakan dukungan terhadap keamanan dan khasiat dari penggunaan bahan herbal [2]. Koensoemardiyah mengemukakan bahwa aromaterapi merupakan salah satu metode pemanfaatan bahan herbal untuk kepentingan kesehatan, baik fisik, mental, dan spiritual [4]. Aromaterapi umumnya digunakan bersamaan dengan praktik pijatan, namun dapat juga digunakan melalui inhalasi atau sebagai vaporiser. Efek yang dihasilkan akan tergantung pada pengalaman pribadi, ketertarikan individu, dan sifat bahan herbal yang digunakan [5]. Modalitas ini sangat cocok digunakan dalam praktik keperawatan karena menggabungkan nilai-nilai terapeutik dari pengalaman sensoris individu dan melibatkan sentuhan terapeutik dalam pemberian layanan kesehatan. Bahan herbal yang mengandung minyak atsiri dan sering digunakan dalam praktik aromaterapi adalah chamomile roman, eucalyptus, frankincense, ginger, lavender, lemon, mandarin sweet orange, peppermint, rosemary, spearmint, dan tea tree [1].

Perawat sebagai profesional kesehatan yang memberikan asuhan keperawatan kepada pasien perlu mengintegrasikan terapi komplementer dalam aktivitas layanannya. Seorang perawat memiliki peran penting dalam menghasilkan perawatan kesehatan yang terintegrasi melalui peran sebagai: 1) Pemberi asuhan, yaitu memberikan pelayanan langsung kepada pasien dengan cara menggabungkan terapi komplementer sebagai pendamping terapi medis konvensional; 2) Pendidik, yaitu memberikan informasi kepada mahasiswa pendidikan keperawatan mengenai berbagai modalitas terapi komplementer; 3) Konselor, yaitu sebagai tempat bertanya, berdiskusi, dan konsultasi mengenai terapi komplementer; 4) Koordinator, yaitu mendiskusikan dengan profesional kesehatan lain mengenai kebutuhan terapi komplementer untuk pasien; 5) Advokat, yaitu memenuhi permintaan kebutuhan terapi komplementer yang akan digunakan pasien; dan 6) Peneliti, yaitu melakukan kegiatan penelitian dari penerapan evidence-based practice [2,6].


Referensi:

1.    Lindquist, R., M.F. Tracy, and M. Snyder, Complementary and Alternative Therapies in Nursing. 8th ed. 2018, New York: Springer Publishing

2. Wijaya, Y.A., et al., Konsep Terapi Komplementer Keperawatan. IKJ Universitas Brawijaya, 2022(13)

3.    Armstrong, M., et al., Aromatherapy, massage and reflexology: A systematic review and thematic synthesis of the perspectives from people with palliative care needs. Palliat Med, 2019. 33(7): p. 757-769

4. Rahmayati, E., R. Hardiansyah, and Nurhayati, Pengaruh Aromaterapi Lemon terhadap Penurunan Nyeri Pasien Post Operasi Laparatomi. Jurnal Kesehatan, 2018. 9

5.    Freeman, M., et al., Aromatherapy and Essential Oils: A Map of the Evidence. 2019, Health Services Research and Development Service, Office of Research and Development, Department of Veterans Affairs: Washington DC

6. Widyatuti, W., Terapi Komplementer Dalam Keperawatan. Jurnal Keperawatan Indonesia, 2008. 12(1): p. 53-57

Oleh: Luthfi Fauzy Asriyanto (Akademi Keperawatan AlKautsar Temanggung)