The Most/Recent Articles

Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Bait-Bait Penyembuh Luka

 




Oleh : M. Haikal FT

 

Bait-Bait Penyembuh Luka

Di balik dinding kamar sunyi,

Raga meratap, nurani berkabut,

Realita dan ilusi berpadu dalam kelam.

Bisikan lirih mengusik batin,

Dugaan liar, lara tak tersembuhkan.

 

Memori pedih terukir dalam sukma,

Tragedi silam, bayang-bayang membara.

Malapetaka merenggut keluarga tercinta,

Meninggalkan luka tak kunjung pulih.

 

Waktu terdistorsi, ingatan memudar,

Hanya pecahan memori yang tersisa.

Wajah ceria sirna,

Digantikan bayang-bayang mengancam.

 

Jenuh dengan hidup, letih dalam sunyi,

Semesta terasa hampa, tanpa arti.

Ketakutan menghantui, diri terisolasi,

Dalam kurungan kegelisahan tak terperi.

 

Kehilangan makna kasih dan simpati,

Hati membeku, tak mampu lagi berbagi.

Dunia terasa asing, penuh ancaman,

Terperangkap dalam lingkaran kesendirian.

 

Namun, nyawa ini masih ingin mekar,

Mencari setitik cahaya di tengah gelap gulita.

Puisi tercipta, luapan rasa terpendam,

Menjadi obor dalam kegelapan yang mencekam.

 

Kata demi kata mengalir bagai air mata,

Mencurahkan segala duka yang menyesakkan dada.

Puisi menjadi teman setia kala sunyi,

Memberikan kekuatan untuk tetap berdiri.

 

Luka telah menggores, namun harapan masih ada,

Dalam bait-bait puisi, jiwa menemukan pelita.

Bangkit dari keterpurukan, menjemput mentari,

Merangkai kembali mimpi yang sempat terhenti.

 

Tak lagi sendiri, puisi jadi jembatan hati,

Berbagi rasa, merangkai cerita baru yang berarti.

Dengan setiap kata, luka perlahan terobati,

Menemukan kedamaian dalam setiap bait puisi.


 

Nyanyian Jiwa Terluka

Dalam sunyi malam, hati meratap sendu,

Nyanyian jiwa terluka, teriris sembilu.

Duri pengkhianatan, menusuk kalbu,

Bagaikan belati tajam, merenggut rindu.

 

Janji manis terucap, kini tinggal debu,

Layu kuntum cinta, terhempas badai pilu.

Bintang harapan pudar, berganti kelabu,

Luka menganga lebar, tak terobati waktu.

 

Air mata mengalir, bagai sungai duka,

Mencari pelabuhan, hati yang terluka.

Namun jalan terjal, berliku tak berujung,

Hanya bayang semu, pengobat rindu dendam.

 

Oh, jiwa yang terluka, janganlah kau layu,

Bangkitlah dari debu, gapai mentari baru.

Luka jadikan cambuk, semangat membara,

Nyanyianmu bergema, di panggung jiwa.



Lentera Asa 

Di langit luas, bintang gemintang,

Cita-cita berkilau, impian terbentang.

Bagaikan anak panah, melesat lepas,

Mengejar asa, takkan pernah lelah.

 

Jalan terjal berliku, penuh onak duri,

Namun tekad membara, bagai api menyala.

Terjatuh, bangkit lagi, tak pernah menyerah,

Mimpi adalah pelita, menerangi gulita.

 

Layaknya sang elang, terbang tinggi menjulang,

Menatap cakrawala, dengan pandangan nan tajam.

Menembus awan kelabu, menggapai mentari,

Cita-cita terwujud, di pelukan sang bumi.

 

Setiap tetes keringat, jadi saksi bisu,

Perjuangan gigih, menggapai mimpi itu.

Tak peduli rintangan, badai menghadang,

Keyakinan teguh, jadi benteng perisai.

 

Wahai jiwa muda, janganlah kau ragu,

Kejarlah mimpimu, hingga jadi nyata selalu.

Biarlah dunia berkata, kau hanya bermimpi,

Buktikan pada mereka, kau mampu mewujudkannya.

 

Kini saatnya melangkah, dengan kepala tegak,

Menuju masa depan, yang gemilang dan cerah.

Mimpi dan cita-cita, kan jadi kenyataan,

Asalkan kau percaya, dan teruslah berjuang.

 

Tegal, 28 Juni 2024

Masyayikhku

 



Masyayikhku 


Cinta kasihmu terbentang luas 

Seluas hamparan samudera

Mentari menyinari hati yang gelap gulita ini

Memberikan sebuah untaian nasehat nan indah yang menghujami hati kecil ini 


Pancaran rohani menenangkan jiwa yang berbalut dosa

Membawa risalah ketahuidan ilahiyah 

Menyeru kepada manusia akan kehidupan yang kekal, jalan yang diridhoi sang pencipta,penunjuk jalan selamat dunia dan akhirat


Akhlaqul karimahmu terpancar begitu indahnya

Menjadikan mata  yang memandang tertunduk dan jiwa yang merasa 

Mulutpun bungkam tanpa suara

Suri tauladanmu sebagai perhiasan jiwa dan raga


Tanpamu aku tersesat di lembah yang terdalam 

Terjebak dalam imajinasi dam halunisasi pada hal yang fana'

Tak jelas arah dan tunjuan kita di ciptakan


Tergonjang ganjing dalam tipuan dan hawa nafsu yang menjerumuskan

Tersibukkan pada manisnya kehidupaan yang menipu 

Kau pelita dalam hidupku 

Kau pancarkan seribu cahaya petunjuk arah agar kembali pada jalan lurus sang pencipta


Kuteguk ilmu mu disaat dahaga akan pengetahuan

Kurasakan hangatnya cinta kasihmu 

Kala engkau menabur teladan pada anak-anak didikmu 

Tanpa lelah engkau menabur kebaikan


Mungkin aku bukan anak yang cerdas

Tapi keinginanku tuk meraup ilmu yang kau ajar 

Ilmu mu ku torehkan dengan ujung pena

Di atas lembar demi lembar buku kusimpan jejak tulisan dengan penuh cinta kasih


Kuhayati tutur katamu dengan sepenuh jiwa

Kehadiranmu bagaikan malaikat tanpa sayap 

Sebagai utusan dari sang pencipta 

Menjadi penerang dan penunjuk arah bagi diriku yang tak tahu arah


Kala kutatap langit biru

Tingginya tak mungkin ku raih 

Namun kala ku tatap bersamamu 

Kudapat meraih cita-cita setinggi itu


Saat kulihat hambaran samudera 

Hamparan luasnya takkan bisa kurangkul di dada

Namum tatkala bersamamu 

Kudapat merangkul mimpi seluas samudera


Kau tanpa lelah mengajariku apa arti kehidupan

Menasehatiku di siang dan malam agar ku tahu bagaiman memanusiakan manusia 

Kemulianmu tak menjadi penghalang bagiku mendekat padamu 

Mengambil butiran-butiran kebarokahan darimu 


Segelintir doa yang selalu kau panjatkan

Teruntukku dan seluruh anak didik mu dengan penuh keikhlasan yang membumbung tinggi diangkasa mengetarkan ars'y nya Tuhan

Engkau mengenalkanku pada Rabbku

Rabb yang menciptakanku,dan memberiku rizqi yang tak terhingga


Lantas bagaimana kami tak mencintaimu masyayikhku?

Engkau tak hanya menyentuh kami dalam jasmani

Tapi engkau juga menyentuh dalam ruh kami 

Ketenangan dan kenyamanan jiwaku saat berada di dekatmu 

Terasa dalam ulu hatiku 


Tutur katamu selalu menjadi pendoman setiap ku melangkah 

Tanpamu aku hanya butiran-butiran debu yang berterbangan kesana kemari tertiup angin yang tak terarah

Dan seekor hewan yang tak tahu mana yang baik dan buruk 

Terbelenggu akan kebingungan 


Ku tak tahu cara membalas budi jasamu 

Secercah doa yang selalu ku panjatkan tak mampu membalas besarnya jasamu dan pengorbananmu

Masyayikhku...

Sudikah engkau menuntunku sampai akhir hayatku 

Engkau tempat bersandar ,bertanya ,dan mencari penunjuk arahku

Ridhoilah setiap perjalanan kami untuk meneruskan perjuangan  para masyayikh


 Dengan menata niat lillahitaala 

 Menghanguskan rasa kesombongan dalam 

 hati ini

 Beribu-ribu untain sajak puisi yang indah tak    

 dapat menggambar kan besar nya jasamu 

 Beribu-ribu bait sya'ir pun tak dapat  

 menggambarkam keindahan dan kemulian

 akhlaqmu 

 

Secercah sajak puisi yang ku goreskan dengan ujung pena

Di atas kertas putih yang tak sempurna 

Yang tak bisa menggambarkan keseluruhan kebajikanmu dan suri tauladan akhlaqmu

Tak ada suatu kata yang mampu ku ucapkan selain ucapan terima kasih masyayikhku 

 



Jendela dunia pengetahuan


Cover sampul yang beranekaragam

Berbagai tema kau sungguhkan 

Semua orang memburunya

Untuk menemani rasa sunyinya


Kau sumber keilmuan 

Membuatku mengetahui luasnya dunia

Dari masa ke masa

Hingga pada masa sekarang


Kau jembatan pengetahuan

Jembatan yang menuntun kehidupan yang sukses

Jembatan menuju kehidupan yang indah

Jembatan menuju kehidupan yang lebih baik


Ku membalik lembar demi lembar

Ku baca dengan kesungguhan 

Mengarungi luasnya pengetahuan

Dengan rasa penuh cinta 


Denganmu,ku mengetahui segala hal

Kau memberiku banyak kisah yang tertuang dilembaran penuh makna

Cintaku padamu

Kau balas dengan luasnya ilmumu


Lembaran demi lembaran yang tertuang 

Terisi keindahan ilmu yang mempesona

Terselip kata perkata 

Mengisi setiap halaman demi halaman 


Menjadikanku terjerat ke dalamnya

Membuatku melupakan waktu yang ada

Kau bagaikan jendela keindahan di hidupku

Kau tempatku menabur ilmu 


Kau teman yang tak pernah meninggalkanku

Kau setia menemaniku

Walaupun terkadang ku membiarkanmu berdebu

Tapi kau tetap bersamaku dengan keindahan ilmumu 




Pesona Sang Mentari Menyinari Alam Raya 


Sinar keindahan sang mentari menyapaku

Begitu indah menyejukkan suasana hatiku

Sejenak aku terbungkam termenung

Memandang keindahannya tanpa jemu


Sinarmu terpancar tuk menggantikan gelapnya malam

Secercah cahaya darimu tampak begitu terang

Kehadiranmu seakan memberi ketenangan juga kebahagiaan

Tak henti²nya mataku merasa takjub melihat suatu keindahan yang dihadirkan oleh sang Tuhan


Betapa bersyukurnya aku masih bisa berjumpa dan melihat pancaran sinar mentarimu yang menyinari di setiap sudut ruang

Terdengar burung-burung berkicau nan merdu berterbangan

Indah parasmu seakan membalut candu dikala terik dariku kian menghilang


Tiada letih sang mentari menyinari alam raya ini

Menaburkan banyak cahaya untuk kebajikan manusia

Tanpa terlintas rasa bosan

Atau pun rasa jenuh 


Jiwaku belajar dari sang mentari 

Tuk bersikap bijak bagaikan mentari

Senantiasa menjalankam tugas

Meski tak seorangpun memperhatikan


Selalu memancarkan cahaya keindahanya

Dalam menyinari alam raya tanpa pamrih

Meskipun kadang di maki 

Dan jarang berterimakasih dari rongga hati manusia


Dari sang mentari

Jiwaku memetik suatu pembelajaran 

Tuk banyak memberi 

Meskipun bekerja dalam sunyi 


Semua ini adalah karunia 

Dari Tuhan sang pencipta alam

Agar manusia senantiasa bersyukur 

Atas semua nikmat yang di berikanNya 



Setetes Kenangan Perjuangan dalam Balutan Hujan


Kala waktu pagi datang 

Langit nampak gelap mencekam

Sinar  mentaripun tak nampak

Karena terbalut awan hitam


Butiran airpun berjatuhan

Amat deras tanpa memberi kesempatan

Hawa dingin pun menusuk tubuh

Terasa sampai tulang rusuk 


Angin berdesir begitu kencang

Suara gemuruh petir yang mencekam

Tak mengoyahkam tekadku 

Tak mengoyahkan kobaran semangatku 


Berbalut jas hujan di tubuhku

Ku hidupkan mesin montorku

Lalu ku lajukan menuju bangku pendidikan

Tuk mengarungi luasnya samudra pengetahuan


Berkilo-kilo jarak yang ku tempuh

Menapaki jalan yang berlubang

Air mengenang menutupi nya 

Butiran kerikil pun bertebaran 


Demi suatu yang berharga 

Badai huja pun ku terjang

Meski tubuh membeku

Terasa kaku 


Berjuang demi sebuah impian 

Dan mewujudkan harapan orang tua

Ku iringi langkahku dengan balutan doa kepada sang pencipta 

Ku sertai dengan niat lillahi ta'ala.

Kasih Sayang yang Tak Lekang oleh Masa




Puisi-puisi Karya 
Fifit Nurhidayah


Kasih Sayang yang Tak Lekang oleh Masa

Ibu...
Kutulis sebuah sajak tentangmu
Kasih sayangmu bagaikan sinar bulan
Mengubah hal yang hitam menjadi keindahan

Kelembutan hatimu bagaikan kain sutera
Namun kau tak lemah 
Banyak cara kau tunjukkan sebagai bentuk kepedulianmu 
Kasih sayangmu tak tergoyah kan oleh waktu

Cinta ibu tak pernah sirna
Seberapapun rasa sakitnya
kau tetap penuh cinta
Tak ada yang bisa menghacurkannya

Tanpa lelah kau melayaniku 
Kau curahkan seluruh waktumu untukku
Dengan rasa bangga di hatimu 
Tak terlintas sejenak pikirkan lelahmu

Ketulusanmu nasehatmu telah menjerat hatiku
Dalam lembah kedamaian
Dekapanmu merendam rasa amarahku
Kau selalu mendukung disetiap langkahku

Kau membimbingku dengan kesabaran
Kau memanjatkan doa untukku tanpa lelah
Kau adalah malaikatku 
Kau adalah wanita terhebatku



Hasrat Kerinduan yang Terpendam

Kala malam datang 
Ku rindu akan kisah kita
Bertukar pemikiran satu sama lain
Untuk tahu sebuah pengetahuan

Kini telah sirna
Tak ada jejak yang tersisa
Saat ini jarak pun memisahkan
Hanya menjadi sebuah kenangan

Suasana pun membeku
Tak ada sekedar kata  menyapa 
Rasa canggungpun bermunculan 
Setetes kenangan yang ku rindukan
     
Waktupun mengalir bagaikan sungai
Menjadi cepat berlalu dan rumit Persahabatan
Yang kini mulai memudar di udara 
Begitu hampa rasanya 

Kini semua telah berubah
Tak ada lagi bertukar pemikiran
Atau canda tawa yang dipuja
Bagaikan kepingan kaca pecah yang tak dapat disatukan kembali




Sebuah Perjuangan Kehidupan

Kala usiaku bertambah besar  ku mulai mengenal dunia
Semenjak saat itu ku mulai memahami arti kehidupan
Banyak kisah yang kualami 
Demi meraih sebuah impian 
        
Banyak orang yang ingin menjatuhkan
Tutur katanya yang begitu menyakitkan
Terkdang membuat hidup berantakan
Inilah hidup, butuh sebuah perjuangan

Jangan hanya berangan
Tapi semua butuh pembuktian
Di mana tak hanya berpangku tangan
Namun, harus berani melangkah
            
Tak ada sebuah kesuksesan
Tnpa adanya usaha
Jangan berfikir, kehidupan itu selalu   bahagia
Jangan berfikir, kehidupan itu selalu enak2 saja

Jika berfikirmu hanya sampai itu saja
Maka kau tak akan melihat luasnya dunia
Sebuah kisah kehidupan yang tak dapat terlupakan dari memoriku
Tentang perjuangan kehidupan
           
Untuk meraih sebuah impian
Walau banyak rintangan yang harus  dihadapi
Tak membuat semangat pudar
Dan tak membuat ku menyerah

Sebuah kehidupan itu butuh kerja keras Butuh pengorbanan yang luar biasa
Tak ada kata menyerah, sebelum mencapai impian 
Yang penuh dengan harapan




Berpisah dengan Sabahat 

Dua gadis yang berasal dari daerah yang berbeda
Dua gadis yang asalnya tak saling mengenal
Lalu alam semesta mempertemukannya
Di sebuah gedung perantauan yang sama
     
Alam semestapun memisahkan
Untuk menguji kekuatan cinta kita
Jarak tak mengahalangi kekuatan cinta
Kita 
Tapi akan semakin kuat nan indah

Dua gadis yang bersama menuju hidup yang lebih baik
Dua gadis yang saling menyayangi 
Dua gadis yang saling menasihati
Dua gadis yang saling mengigatkan
        
Memilik cita-cita yang terbesar dalam hidup
Alam pun mengetahui kita terpisah jarak 
Namun waktu menjadi mesin pengerak  Untuk mempertemukan kembali

Di kala malam datang
Semesta tahu bahwa kita saling merindukan
Dalam segelintir doa mampu membalut rindu ini
Ia lebih tahu kapan watku yang tepat untuk kita bertemu kembali

Dipandu oleh Pendidikan




Dipandu oleh Pendidikan

Setiap insan akan diliputi gelapnya kebodohan kala belum bersua pendidikan

Pendidikan bagaikan cahaya yang memberikan penerangan dalam gelapnya kebodohan

Kebodohan sangat tidak diharapkan oleh siapapun kehadirannya

Karenanya setiap insan dapat mudah disesatkan jalannya


Jalan sesat yang ditunjukan kebodohan akan bermuara pada kebuntuan

Kebuntuan yang dapat mengurung setiap insan dalam penjara kebingungan

Kebingungan adalah teman karib kebodohan yang selalu menyertainya

Bahkan, kemanapun kebodohan itu berada kebingungan akan selalu setia mendampinginya


Oh... Sungguh malang sekali nasib setiap insan yang ditawan oleh kebodohan

Mereka dipaksa untuk dikurung dalam penjara kebingungan

Penjara yang penuh dengan belenggu tanpa jalan keluar bahkan gelap gulita

Tanpa adanya seberkas cahaya yang sinarnya menghangatkan dalam relung jiwa


Jiwa menjadi beku dan kedinginan terbelenggu oleh kebodohan

Sampai.. Akhirnya munculnya pendidikan dengan kekuatannya mulai mengusir kebodohan

Setiap insan menyambut bahagia berkat kehadirannya di tengah mereka

Menjadi pemandu bagi setiap insan agar tidak tersesat dalam perjalanan mereka


Hingga mereka sampai pada tempat tujuan yang mereka targetkan

Yaitu cita-cita yang ingin mereka raih kelak dimasa depan

Dengan jalan yang benar dan tidak menyesatkan mereka dalam penjara kebingungan pada mulanya

Begitulah, ..pendidikan.. Lakasana pemandu yang setia menemani mereka


Hingga mencapai tempat tujuan yang mereka harapkan

Setiap insan dalam lumbung hatinya pasti telah ada tempat tujuan yang terbesitkan

Bersama pendidikan yang setia menemani terasa tidak ragu untuk mencapainya

Karena pendidikan akan menjadi teman yang senantiasa memberi motivasi dan bimbingannya




Depresi yang Menghujam


Depresi ini mulai menghujam

Ragam emosi mulai menyeruak

Kalbu terasa sesak, pikiran gelap, mata sulit terpejam

Dinding keyakinan pun mulai retak


Tawa dan canda hilang terbenam

Rasa sedih dan putus asa selalu menyelimuti dan tak mau beranjak

Hanya gelap yang menemani dari siang hingga malam

Lesu, muram di wajah jelas tampak


Depresi ini menghujam tiada lain dan bukan karena peristiwa pedih mendalam

walau ku terselamatkan dan bisa mengelak

Tapi banyak hal yang olehnya dirunyam

Yang tak bisa disusun layaknya menyusun puzzle yang telah diacak


Kehidupan ini tak bergairah , api gelora semangat telah padam

Sepi , gelap dan tak ada harapan yang tampak

Ingin ku tinggalkan jauh tempat ini agar ku tak terbayang peristiwa pedih mendalam

Ku, ingin memulai kehidupan baru yang layak






Perhiasan dari Tuhan


Kehidupan fana ini begitu indah dipenuhi hiasan

Yang begitu enak dipandang dan nyaman digunakan

Hiasan tersebut mudah untuk dijumpai

Mudah didapatkan.., bahkan.. Datang begitu saja menghampiri


Alangkah nikmatnya...kehidupan fana yang penuh hiasan

Memunculkan rona wajah bahagia bagi siapapun yang menggunakan

Hiasan itu beragam bentuknya dan siapapun pasti ingin menikmati

Memunculkan kehormatan pada siapapun yang menggunakan


Laksana perhiasan emas dan berlian yang indah dipandang dan nyaman digunakan

Membuat setiap orang terbuai nyaman bersama perhiasan

siapapun akan dengan bangga dapat memiliki

Menjadi terpandang dan dijunjung tinggi kemanapun berdiri


"Dari mana sumber semua perhiasan ?"

Seakan pertanyaan itu tidak pernah menyeruak dan dipikirkan

Semuanya asik memburu kesenangan saja tanpa arti

Hanya mementingkan kesenangan diri tiada henti


Tanpa mereka sadari tuhan pun melihat apa yang mereka gunakan

Yaitu perhiasaan dunia yang membutakan mereka pada tuhan

Padahal perhiasan tersebut fana tidak kekal menghiasi

Perhiasan yang mereka gunakan berasal dari tuhan yang maha pemberi


Tuhan merasa geram pada tindakan yang mereka lakukan

Tuhan berasa ingin menarik perhiasan yang telah mereka gunakan

Dimata tuhan perhiasan itu tiada arti untuk kesombongan diri

Karena tuhan yang memberi dan mampu mengambilnya kembali




Bulan Suci yang Menuntun Sosok Hamba


Silih bergantinya ragam peristiwa menjadi penghias dalam kehidupan yang terus berjalan

Sosok hamba pasti akan dihadapkan persoalan pelik kehidupan yang terkadang berisi perangkap kemaksiatan dari setan

Setan dengan lihainya mampu mejerumuskan sosok hamba jatuh dalam jurang kemaksiatan tanpa disadari

Sosok hamba tersebut tanpa menyadarinya berada dalam jurang kemaksiatan yang gelap gulita tanpa jalan keluar dijumpai


Sampai pada masa... tibanya bulan ramadhan yang menyorotkan cahaya dalam gelapnya jurang kemaksiatan

Sorot cahanya memberikan rasa keteduhan pada kalbu sosok hamba yang dipenuhi ratapan dalam jurang kemaksiatan

Seketika ratapan dalam kalbu sosok hamba menjadi luntur digantikan kalbu riang dan berseri

Kalbu riang dan berserinya sosok hamba tersebut karena allah mengutus bulan ramadhan yang datang menghampiri


Dikenal sebagai bulan suci yang menuntun sosok hamba dari gelapnya jurang kemaksiatan

Dengan menunjukan jalan keluar yang suci dan lurus serta memberikan perlindungan

Yaitu perlindungan dari godaan setan ,serta tipu muslihatnya dengan membawa perangkapnya sekian kali

Bulan suci ini akan memastikan sosok hamba terselamatkan dan menuju pintu ampunan yang allah ridhoi


Yaitu pintu menuju penuh tempat kekal abadi dan penuh kenikmatan

Di dalamnya dapat memetik buah pahala dari amalan yang ditunaikan

Dan merasakan segarnya sungai susu yang lezat dan selalu mengalir serta didambakan

Begitulah balasan berlipat dari serorang yang didapatkan


Kumpulan Sajak Penuh Makna


 

Lembaran Baru Kisah Meraih Impian


Berlembar kisah kehidupan masa lampau anggaplah sebagai kenangan

Didalamnya tertulis beragam kisah tindakan yang telah ditunaikan

Bahkan, telah tertuang kisah manis ataupun pahit yang tiada guna untuk diratapi

Alangkah tidak mungkinnya kisah-kisah tersebut dapat kita ubah lagi


Masa sekarang, penyesalan menjadi tiada guna dalam meraih impian

Bulatkan tekad melewati derasnya arus kehidupan dengan menulis kisah baru tentang impian

Kisah tentang impian yang menghidupkan api semangat serta membangkitkan gelora ambisi

Kisah pahit masa lampau harus disisihkan dalam menulis kisah yang penuh gelora ini


Kisah baru ini harus dituliskan dalam lembaran yang belum terjamah tangan

Agar menjadi lembaran baru yang mengisahkan jejak langkah bersejarah dalam meraih impian

Impian adalah secercah harapan dalam lumbung hati dan harus diraih dengan penuh ambisi

Lembaran baru ini akan memuat semua kisah jejak langkah penuh ambisi dalam meraih impian


Mulai sekarang aku akan mencoba menyulut kobaran api ambisi meraih impian

Kugoreskan titik-titik tinta kata demi kata yang terajut indah dalam kesatuan

Tulisan ini adalah lukisan dalam jiwaku yang kuat dan kokoh dalam ragam kondisi

Kondisi yang berkecamuk dan penuh pergolakan dalam setiap relung kehidupan yang terlewati




Cahaya Lentera Sosok Sahabat


Dalam kesunyian dan gelap gulita tatkala hati dirundung banyak persoalan pekik kehidupan

Hati mulai bergumam tanpa henti dengan arah yang tak menentu karena diselimuti oleh kegelapan yang mendekati rasa keputus asaan

Seakan tak ada sedikitpun seberkas cahaya lentera yang memanduku melewati persoalan penuh liku

Terasa diriku dipenjarakan sehingga sukar menuju jalan keluar dan yang terlihat dihadapanku hanyalah jalan buntu


Terasa pundakku berat untuk memikul beratnya beban persoalan yang kuhadapi dalam kesunyian serta kesendirian

Sunyi.....kurasakan...., tidak ada tempat untuk mengisahkan kepiluanku dan tiada yang datang padaku memberiku seberkas senyuman

Yang mampu memberikanku cahaya kehangatan dan memudarkan hatiku yang tersedu-sedu

Hatiku terasa kedinginan dan butuh kehangatann cahaya lentera di jalanyang penuh liku


Aku merasa jiwa dan hatiku butuh cahaya lentera ... walau hanya seberkas , agar menyulut api semangat dalam jwaku untuk mampu mengarungi terjalnya jalan kehidupan

Api semangat kehidupanku perlu disulut agar selamanya tidak padam,agar aku tidak jatuh terjerembab dalam jurang gelap penuh ratapan

Asa perlu dibangkitkan agar selamanya tidak tunduk hanya pada getir pahit banyaknya persoalan hidupku yang pilu

Aku membutuhkan hadirnya lentera cahaya dari sosok sahabat yang mau memanduku agar kakiku mampu melangkah keluar dari banyaknya persoalan pilu hidupku


Hati kecilku menyadarkanku, dalam batinku... kupanjatkan kepada tuhan agar datang cahaya lentera dari sosok sahabat yang memberiku kehangatan dalam kesunyian dan memanduku dalam liku jalan banyaknya persoalan

Walau dengan jatuh bangun sekuat tenaga ku membebaskan diri dari memori pillu kehidupan yang masih kurasakan

Tak kusangka, aku melihat mirip seberkas cahaya lentera dari kejauhan yang semakin mendekat dan cahanya menyilaukan,rupanya dari sosok yang belum kukenal bahkan bertemu

Bak ,terlihat seperti sosok malaikat yang turun dari surga wajahnya tersimpul senyum yang hangat nan meneduhkan, bahkan.... mendekat padaku tanpa tampak ragu


Batinku berkata : “ Apakah tuhan mendengar harapan yang kupanjatkan ?” , lantas , “ Apakah ini sosok yang tuhan hadirkan untuk menjadi lentera yang selama ini aku idamkan ?”

Dalam batinku menyeruak banyak tanda tanya, semua itu seketika dirontokkan oleh sikap hangat yang sosok ini tampakkan

Lantas,sosok ini berucap : “ Wahai kawan, janganlah kau terlihat dengan wajah yang dipenuhi rona kesedihan ! marilah bertukar canda dan tawa denganku ! “

Ia menghiburku dan mulai menghapus rona kesedihanku,aku mulai merasa teduh dan nyaman atas kehadirannya dihadapanku


Tak kusangka....., tuhan menjawab harapanku ditengah aku dirundung rasa pilu serta sukarnya banyaknya persoalan kehidupan yang kurasakan

Ia bagaikan lentera, yang cahayanya menyulut asa dalam jiwaku dan mengobarkannya selayaknya obor yang kembali dinyalakan dengan minyak tanah beserta api dipercikan

Hari demi hariku, mulai terasa cerah dan kegelapan dalam kesunyian terasa mulai tidak mencekam karena hadirnya sahabat disampingku

Membangkitkan jiwaku yang tadinya menunduk dan hampir ambruk karena hilangnya penopang semangat dari diriku


Ia adalah sahabat sejati yang kuidamkan, tempatku untuk berkisah , menjadi penerang jalan agar aku melangkahkan kaki menuju impian masa depan

Bersamanya aku kuat untuk mengarungi jalan kehidupan yang mulanya penuh liku dengan beragam rintangan

Ia hadir menopang diriku tatkala aku jatuh,menorehkan senyumku tatkala kusedih,selalu mengobarkan api semangatku dan mendorongku untuk terus maju melewati jalan berliku

Begitu,bersyukurnya aku ...... ,Akupun berucap pada sosok sahabatku ini : “Wahai sahabat semoga kita selalu bersama dan ku akan membalas kebaikanmu ! “


Ia pun menimpali : “ Wahai sahabat telah ku anggap kau seakan menjadi saudaraku ! kau tak perlu melakukan balasan berlebih atas apa yang ku lakukan !”

Aku merasa trenyuh dan haru atas ungkapan ketulusan yang ia sampaikan,aku langsung memeluknya erat karena senangnya diriku atas apa yang diungkapkan

Aku amat berharap persahabatan ini tidak cepat berlalu meninggalkanku tanpa menyampaikan permisi padaku

Kucamkan dalam batinku: “kan kujaga persahabatan ini ! ,bagiku amat mahal walaupun ditukar dengan emas yang akan menyilaukan kedua bola mataku dan menggetarkanku”


Kan kuikat persahabatan ini dengan ikatan tali yang kuat dan kokoh dengannya yang penuh ketulusan dalam menjalin persahabatan

Persahabatan ini merupakan suatu anugerah yang tuhan berikan padaku dibalik kepiluan hidup yang pernah kurasakan

Dengan persahabatan ini,aku menemukan kembali jati diri yang hilang dariku serta membersihkan keruhnya hati serta jiwaku

Ini adalah suatu makna persahabatan sejati yang akan menjadi sejarah dari rentetan berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupanku ,sebuah persahabatan penuh makna dan nilai yang bermutu




Merajut Waktu


Aku berhasrat merajut waktu

Berjumpa dengan waktu yang lama

Bercengkrama dengan kenangan

Ketika aku ingin memilikimu seutuhnya


Dengan menafikan simpati pada siapapun

Yang paling utama ialah aku dan kamu bersua

Merajut masa tatkala rindu mengudara

Aku berhasrat sekali untuk menetap di waktu lama ini


Tanpa halang, Aku dapat memandangmu dari balik tirai ini

Menunggumu untuk menyusuri alamat kediamanku

Tawa nan elok mampu membiusku nyaman dalam kehangatan

Ah, waktu yang telah pergi.... persilahkanlah aku kembali,

tuk sekedar mengucapkan rasa yang tertahan ini

Persilahkanlah aku tuk berusaha mendapatkannya


Persilahkanlah aku tuk selalu memandang senyum eloknya

Bebaskanlah aku tuk merajut waktu hanya kepadanya

Ku kan berkorban hanya padanya

Mulut ini ingin berucap kalimat indah padanya, aku mencintainya




Hujan Kenangan


Rintik hujan turun lagi, membuatku merasakan dalam rintiknya terselip kenangan

Kenangan pun turun dalam tetesan air hujan yang membasahi daratan

Menimbulkan bekas dan kubangan atau hilang begitu saja

Seakan sesederhana itu , tak semudah kenangan yang mudah dilupa


Terasa sebal rasanya kuharus menelan berkali-kali sebuah kenangan

Kenangan pahit ini sering kali muncul saat hujan lebat dan riuhnya nya angin yang memberiku rasa kedinginan

Pekikan petir dan sambaran kilat yang menyambar kala ku sendiri menghadirkan memori gelapnya kenangan bersamanya

Tatkala hujan itu membawa angin yang kencang seolah batin serta anganku terasa dihantam oleh getirnya kenangan


Tatkala,hujan reda dan mentari bersinar terik menguapkan air hujan

Aku mulai mendapat keyakinan untuk tidak takut diselimuti oleh gelapnya kenangan

Kuharus bisa melihat eloknya kehidupan dunia

Secepatnya ku bergegas menanggalkan getirnya kenangan


Kutanggalkan dalam genangan yang akan menguap dan hilang beriringan sinaran surya pada daratan

Daratan pun akan menjadi sejuk penuh kesegaran seperti jiwaku yang seakan kembali dilahirkan

Didunia ini dengan bersih tanpa adanya masa sulit yang nantinya ada

Serasa ternaungi dan nyaman karena ada yang menaungi begitulah aku menatap masa depan yang ada


Sebuah Hantu Bernama 'Narsisme'

 

Manusia...

Tinggikanlah ia, maka ia akan makin rendah, rendahkanlah ia, maka ia akan makin tinggi bagaikan menara.

Manusia...

Ia ingin tinggi, tapi justru ia malah meninggikan dirinya... Sebuah paradoksal... Makin manusia meninggikan dirinya, justru makin rendah ia....

Bernarsis-narsislah engkau...

Hai manusia modern, apakah kau sadar, telah seberapa jauh kau terserap abbys kenistaan?

Manusia Modern, terjebak dalam chamber kesepian dan kepalsuan...

Manusia Modern, terpisah dari satu hal, yakni dirinya...

Begitulah, masyarakat lucu yang kita beri label "masyarakat berkemajuan".

Hai! Apa yang modern dan berkemajuan dari jiwa dan jati diri yang palsu?

Hai! Apa yang modern dan berkemajuan dari kepalsuan sosial dan fashionita.

Hai Manusia Modern, hai Konsumen Sampah! Tak sadarkah engkau, betapa lucunya engkau?

Kau tenggelam dalam lembah kehinaan, meninggalkan apa yang baik bagi dirimu, mengambil jalan mundur dari apa yang semestinya kau majukan.

Manusia Modern, terjebak dalam maskulinitas palsu, terjebak dalam cinta-cinta pseudonistik.

Duh, duh, duh. Betapa sudah membosankannya mengejar kebaikan itu!?

Memang, yang membosankan seringkali yang terbaik, yang menyenangkan seringkali yang menghancurkan.