KKN Reguler Tim II Undip Hadirkan Kolaborasi Lintas Disiplin untuk Perkuat Pendidikan dan Kepedulian Lingkungan di Desa Asemdoyong


Mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) di Desa Asemdoyong, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, menghadirkan rangkaian program multidisiplin sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Tema “Kolaborasi Lintas Disiplin dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Lingkungan Berbasis Masyarakat” menjadi dasar pelaksanaan program yang memadukan berbagai bidang keilmuan, mulai dari hukum, kimia, bahasa dan kebudayaan, kesehatan masyarakat, hingga teknik perkapalan. Kelima program dirancang berdasarkan potensi dan permasalahan yang ditemukan di Desa Asemdoyong. Permasalahan pendidikan, kesehatan anak, pengelolaan sampah, serta karakteristik Asemdoyong sebagai wilayah pesisir menjadi dasar mahasiswa dalam menyusun kegiatan yang edukatif dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

Pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan menjadi salah satu perhatian utama dalam rangkaian kegiatan tersebut. Desa Asemdoyong memiliki potensi untuk terhindar dari penumpukan sampah ilegal, tetapi masih ditemukan praktik pembuangan sampah di lokasi yang bukan merupakan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) resmi. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas lingkungan, termasuk kawasan persawahan yang masih produktif. Peningkatan kesadaran masyarakat dilakukan melalui program “Pemasangan Banner Raperda Daerah tentang Larangan Pembuangan Sampah dan Hukumannya pada Titik-Titik Pembuangan Sampah Ilegal.” Banner memuat substansi regulasi desa dan kabupaten mengenai larangan membuang sampah sembarangan serta informasi mengenai konsekuensinya. Pemasangan dilakukan pada titik yang kerap digunakan sebagai lokasi pembuangan sampah ilegal sekaligus mengarahkan masyarakat untuk membuang sampah melalui TPS resmi Desa Asemdoyong.

Kondisi lingkungan pesisir juga menjadi perhatian dalam program “Pembuatan dan Pemasangan Papan Informasi Lingkungan sebagai Media Edukasi di Kawasan Pesisir Desa Asemdoyong.” Desa Asemdoyong memiliki kawasan pesisir dan aktivitas masyarakat yang bergantung pada kelestarian lingkungan pantai. Permasalahan sampah di kawasan pesisir serta keterbatasan media edukasi mengenai dampak sampah dan waktu penguraiannya masih menjadi kondisi yang perlu mendapat perhatian. Program tersebut diawali dengan observasi lingkungan dan penentuan lokasi strategis, kemudian dilanjutkan dengan koordinasi bersama pemerintah desa dan pihak terkait hingga proses pembuatan serta pemasangan papan informasi. Media tersebut memuat informasi mengenai waktu penguraian berbagai jenis sampah sekaligus ajakan menjaga kebersihan. Sasaran kegiatan meliputi masyarakat sekitar pesisir, pengunjung wisata, serta pelaku UMKM di kawasan tersebut.

Edukasi menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan program multidisiplin untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Desa Asemdoyong. Hasil koordinasi dengan pemerintah desa menunjukkan bahwa aspek pendidikan masih menjadi perhatian, terutama karena sebagian besar anak di Desa Asemdoyong menyelesaikan pendidikan hingga jenjang SMP. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa untuk menghadirkan kegiatan edukasi yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik anak-anak sebagai upaya menumbuhkan minat belajar serta memperluas pengetahuan mereka. Program “Sosialisasi dan Edukasi terkait Bahasa dan Budaya Jepang melalui Cerita Rakyat ‘Urashima Taro’” menjadi salah satu bentuk kegiatan edukasi bagi anak-anak. Kegiatan menyasar anak-anak di sekitar posko KKN yang sebelumnya telah mengikuti kegiatan belajar bersama tim KKN. Penyampaian materi dikemas secara menyenangkan melalui video cerita rakyat Urashima Taro, pengenalan kosakata bahasa Jepang, poster alur cerita, kegiatan mewarnai kimono, serta menulis nama menggunakan huruf Jepang.

Pendekatan pembelajaran kontekstual juga diterapkan dalam program “Meningkatkan Pemahaman dan Minat Belajar Anak-Anak terhadap Ilmu Pengetahuan melalui Pembelajaran Hukum Archimedes yang Dikaitkan dengan Kapal dan Kehidupan Masyarakat Nelayan.” Karakteristik Desa Asemdoyong sebagai wilayah yang memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas pesisir dan perikanan menjadi dasar pemilihan materi tersebut. Kapal, perahu, laut, dan aktivitas penangkapan ikan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat setempat sehingga konsep Hukum Archimedes dapat disampaikan melalui contoh yang dekat dengan lingkungan anak-anak. Pembelajaran dilakukan melalui pemaparan materi, tanya jawab, serta aktivitas kreativitas untuk anak-anak di sekitar posko KKN. Luaran kegiatan berupa poster yang memuat pembahasan Hukum Archimedes dan gambar untuk diwarnai disediakan sebagai media edukasi yang dapat digunakan kembali oleh anak-anak.

Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) diwujudkan melalui program “Pemasangan Kaca Cembung”. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga mengenai pentingnya keselamatan, khususnya pada area jalan yang memiliki keterbatasan jarak pandang dan rawan terjadinya kecelakaan. Edukasi diberikan dengan menjelaskan fungsi kaca cembung sebagai alat bantu untuk memperluas jangkauan pandang pengendara pada tikungan maupun persimpangan. Kegiatan dilakukan melalui pemasangan kaca cembung pada titik yang telah ditentukan berdasarkan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami pentingnya penerapan K3 serta meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan dalam beraktivitas di lingkungan sekitar.

Kelima program tersebut memperlihatkan penerapan kolaborasi lintas disiplin dalam menjawab persoalan masyarakat secara lebih menyeluruh. Edukasi hukum dan ilmu kimia dalam lingkungan diarahkan untuk membangun kepedulian terhadap kebersihan, sedangkan pendekatan bahasa, kesehatan, dan sains digunakan untuk memperkaya pengalaman belajar anak-anak Desa Asemdoyong. Rangkaian kegiatan KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga menghasilkan media edukasi dan pengetahuan yang dapat terus dimanfaatkan masyarakat. Kolaborasi lintas bidang diharapkan menjadi langkah kecil dalam mendukung terwujudnya Desa Asemdoyong yang semakin edukatif, sehat, peduli lingkungan, dan berkelanjutan.




Editor: Keredaksian Digdaya

Posting Komentar