Mahasiswa KKN-R II UNDI mengadakan program pemberdayaan masyarakat
Sukoharjo, 14 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan serangkaian program pemberdayaan masyarakat yang berfokus di Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Mengusung tema “Akselerasi Program Kecamatan Berdaya melalui Penguatan Ketahanan Sosial Kelompok Rentan dan Optimalisasi Fasilitas Publik Desa Laban”, dengan subtema pemberdayaan perempuan dan anak, rangkaian kegiatan diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemandirian masyarakat melalui pendekatan edukatif dan pemanfaatan potensi lokal.
Mahasiswa KKN-R II UNDIP Desa Laban bersama siswa Kelas 3 SDN 1 Laban
Pemberdayaan anak diwujudkan melalui program “Revitalisasi Lagu Dolanan dan Permainan Tradisional melalui Booklet Edukatif sebagai Media Literasi Anak” yang dilaksanakan di SDN 1 Laban oleh Shika Nurya Aindyaswari, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia Universitas Diponegoro. Melalui booklet edukatif, siswa kelas 3 diperkenalkan pada lirik, makna, tata cara bermain, serta nilai karakter dalam lagu dolanan dan permainan tradisional. Siswa diajak membaca dan menyanyikan lagu Cublak-Cublak Suweng dan Ilir-Ilir, kemudian mempraktikkan permainan Gobak Sodor dan Engklek. Kegiatan berlangsung secara interaktif dan menjadi sarana untuk menanamkan nilai kerja sama, sportivitas, serta mengenalkan kembali budaya lokal kepada generasi muda.
Sementara itu, pemberdayaan perempuan dilakukan melalui penguatan pengetahuan di bidang hukum dan kesehatan. Pada 10 Agustus 2026 dilaksanakan Sosialisasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT) oleh Kezia Lintangsari, mahasiswa program studi Hukum Universitas Diponegoro. Pada sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk KDRT, meliputi kekerasan fisik, psikis, seksual, dan penelantaran rumah tangga, serta hak korban, upaya pencegahan, dan langkah yang dapat dilakukan ketika mengalami atau menemukan kekerasan. Materi disampaikan melalui studi kasus dan simulasi serta didukung dengan leaflet sebagai bahan informasi bagi masyarakat.
Penguatan pemberdayaan perempuan juga dilakukan melalui program PERMATA GIZI (Pemberdayaan Perempuan Tanggap Gizi) yang disampaikan oleh Laily Kurnia Istiqomah, mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Diponegoro, kepada ibu-ibu PKK Desa Laban. Sosialisasi mencakup materi gizi seimbang, Isi Piringku, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pencegahan anemia, serta Kekurangan Energi Kronis (KEK). Peserta juga diberikan edukasi mengenai cara pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) yang tepat sebagai salah satu upaya mengenali risiko KEK. Sosialisasi dilaksanakan menggunakan media lembar balik. Antusiasme peserta terlihat selama mengikuti penyampaian materi hingga kegiatan berakhir.
Tidak berhenti pada edukasi, pemberdayaan masyarakat juga diarahkan pada peningkatan keterampilan dan ketahanan pangan keluarga melalui program aquaponik skala rumah tangga. Program yang digagas oleh Abdullah Mahbub, mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Universitas Diponegoro, dilaksanakan pada 14 Agustus 2026 dalam kegiatan PKK Desa Laban. Peserta diperkenalkan pada konsep dan manfaat aquaponik melalui booklet, kemudian mengikuti demonstrasi prototype yang memanfaatkan barang bekas berupa galon, kran, dan selang. Sistem tersebut memadukan budidaya ikan lele dengan tanaman kangkung dalam satu media sehingga dapat menjadi alternatif budidaya pangan yang sederhana dan efisien di tingkat rumah tangga.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Undip berupaya menghadirkan pemberdayaan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat Desa Laban, mulai dari pelestarian budaya dan penguatan literasi anak, peningkatan kesadaran hukum perempuan, penguatan pengetahuan gizi, hingga pengembangan keterampilan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Berbagai program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan selama pelaksanaan KKN, tetapi juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki secara mandiri dan berkelanjutan sehingga Desa Laban semakin berdaya.



Posting Komentar