SIDODADI, 23 Juli 2026 — Pemanfaatan kotoran kambing sebagai pupuk organik di Desa Sidodadi mendapat dukungan melalui inovasi media informasi berbasis digital. Mahasiswa KKN-R Tim II Desa Sidodadi mengembangkan informasi mengenai tata cara pembuatan pupuk organik menjadi leaflet yang disusun secara sistematis dan informatif. Media tersebut dihadirkan untuk memudahkan anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dalam memahami kembali tahapan pembuatan pupuk dan menerapkannya secara mandiri di tempat masing-masing.
Kegiatan tersebut
dilaksanakan pada Kamis, 23 Juli 2026, bertempat di Kantor P3A Desa Sidodadi.
Kegiatan melibatkan anggota Gapoktan Desa Sidodadi bersama mahasiswa KKN-R
Tim II Desa Sidodadi. Program ini merupakan agenda lanjutan dari
sosialisasi pemanfaatan kotoran kambing yang telah dilakukan sebelumnya.
Pemanfaatan teknologi
dalam program ini diterapkan pada pengolahan dan penyajian informasi mengenai
pembuatan pupuk organik. Materi yang sebelumnya disampaikan secara langsung
dalam kegiatan sosialisasi kemudian disusun kembali secara sistematis ke dalam
media leaflet. Informasi tersebut dirancang agar tahapan pembuatan pupuk dari
kotoran kambing dapat dipahami dengan lebih mudah dan digunakan kembali oleh
masyarakat sebagai panduan praktik.
Leaflet memuat tata
cara pembuatan pupuk organik secara runtut, mulai dari tahap awal hingga akhir.
Penyajian informasi yang lebih ringkas dan terstruktur tersebut diharapkan
dapat membantu masyarakat mengingat kembali materi yang telah disampaikan saat
sosialisasi tanpa harus bergantung pada penjelasan secara langsung dari
mahasiswa.
Inovasi media
informasi ini juga menjadi bagian dari upaya KKN-R Tim II Desa Sidodadi
dalam menghubungkan pemanfaatan teknologi informasi dengan potensi sumber daya
lokal. Digitalisasi informasi tidak hanya diarahkan pada penggunaan teknologi
yang kompleks, tetapi juga pada bagaimana informasi mengenai potensi desa dapat
dikemas secara lebih efektif, praktis, dan mudah digunakan oleh masyarakat.
Dalam pelaksanaannya,
leaflet diberikan kepada anggota Gapoktan untuk digunakan sebagai acuan ketika
melakukan praktik pembuatan pupuk organik. Respons positif terlihat selama
kegiatan praktik berlangsung. Anggota Gapoktan beberapa kali melihat kembali
leaflet yang telah diberikan untuk memastikan tahapan pengolahan dilakukan
sesuai dengan panduan.
Menurut Ghilman
Hizbul Islam, mahasiswa Peternakan Universitas Diponegoro sekaligus anggota
KKN-R Tim II Desa Sidodadi, penyediaan leaflet diharapkan dapat membantu
masyarakat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh secara mandiri.
“Semoga dengan
diberikan leaflet ini, dapat memudahkan bapak-bapak (Gapoktan) untuk melakukan
praktik di tempatnya masing-masing, dan program ini semoga menjadi berkah bagi
masyarakat Desa Sidodadi,” ujar Ghilman.
Melalui inovasi tersebut, KKN-R Tim II Desa Sidodadi tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai pengolahan kotoran kambing, tetapi juga menghadirkan media informasi yang dapat digunakan masyarakat sebagai panduan setelah kegiatan berakhir. Pemanfaatan teknologi dalam pengemasan informasi diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program, sehingga pengetahuan mengenai pengolahan kotoran kambing dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat Desa Sidodadi.
Editor: Keredaksian Digdaya

Posting Komentar