Dukung SDG 4, Mahasiswa KKN Tim II UNDIP Tingkatkan Kesadaran Akses Pendidikan di Kalangan Masyarakat dan Pelajar di desa Gringing


Sragen - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) menyelenggarakan program sosialisasi bertajuk "Peningkatan Kesadaran Masyarakat dan Anak Usia Sekolah terhadap Penguatan Aksesibilitas Pendidikan" di Desa Gringing kecamatan Sambungmacan Kabupaten Sragen. Kegiatan strategis ini diinisiasi oleh mahasiswa sebagai respons nyata terhadap masih ditemukannya hambatan pemahaman terkait pentingnya keberlanjutan pendidikan dasar hingga menengah di wilayah setempat. Mengusung nilai-nilai utama Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yaitu menjamin pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata serta meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua, aksi pengabdian ini menyasar dua kelompok target utama sekaligus, yakni para orang tua murid dan anak-anak usia sekolah agar tercipta pemahaman yang komprehensif dari dua sisi.
 
Langkah ini diambil mengingat pentingnya peran pendidikan dalam memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat pedesaan. Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa KKN memaparkan materi utama yang menyoroti berbagai aspek aksesibilitas pendidikan, mulai dari ketersediaan fasilitas belajar, pemanfaatan bantuan pendidikan dari pemerintah, hingga pentingnya kesetaraan hak belajar bagi setiap anak tanpa terkecuali. Orang tua diberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya dari tingginya angka putus sekolah dan dampak jangka panjangnya terhadap masa depan generasi muda di Desa Gringing. Aris Umbarwanto selaku mahasiswa pelaksanaan program tidak hanya berfokus pada edukasi normatif, tetapi juga secara aktif mendata berbagai kendala teknis yang kerap dialami oleh masyarakat dan anak, sembari membagikan panduan praktis mengenai prosedur pengurusan beasiswa dan bantuan sosial pendidikan dan akses pendidikan non formal.

Sementara itu, pendekatan yang digunakan untuk anak-anak usia sekolah dikemas dengan gaya yang menyenangkan dan edukatif agar pesan dapat terserap secara optimal. Melalui sesi permainan interaktif, pementasan cerita motivasi,  anak-anak diajak untuk mengenali potensi diri serta memupuk cita-cita mereka setinggi mungkin sejak dini. Mahasiswa KKN Tim II UNDIP menekankan bahwa keterbatasan bukanlah hambatan mutlak yang harus menghentikan langkah mereka untuk terus mengenyam ilmu di bangku sekolah. Antusiasme peserta tampak dari interaksi aktif dalam diskusi, di mana anak-anak dengan penuh semangat menceritakan impian mereka.
 
Sosialisasi ini dapat membangkitkan komitmen bersama dalam mengawal masa depan pendidikan anak-anak lokal. Kehadiran program pengabdian sosial masyarakat ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi pemantik perubahan pola pikir masyarakat yang lebih terbuka terhadap pentingnya investasi ilmu pengetahuan. Dengan menguatnya kesadaran kolektif dari tingkat keluarga hingga desa, target SDG 4 dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, adil, dan merata dapat terwujud secara nyata dari desa. Ke depan, semangat keberlanjutan ini diharapkan terus terjaga demi melahirkan generasi muda Desa Gringing yang berdaya saing, berpendidikan tinggi, dan siap membangun daerahnya kelak
 




Oleh:
KKN TIM II UNDIP
Nama: Aris Umbarwanto
Universitas Diponegoro
S1 Administrasi Publik K. Rembang
Editor: Keredaksian Digdaya

Posting Komentar