Tinggalkan Cara Lama! Mahasiswa KKN Reguler Tim II Undip Bawa UMKM Soto Bu Wiwik di Desa Jirapan Naik Kelas Lewat Edukasi QRIS dan Pembukuan Usaha


 Tim mahasiswa KKN Undip berfoto bersama dengan pemilik UMKM Soto Bu Wiwik, usai menyerahkan produk luaran berupa Barcode QRIS dan Buku Saku Literasi Keuangan UMKM.

SRAGENMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip), Zalfa Putri Aryani dari program studi S1 Akuntansi, berkolaborasi dengan rekannya dari program studi Akuntansi Perpajakan, sukses menyelenggarakan program kerja bertajuk “Pendampingan Pembuatan Administrasi Usaha dan Edukasi Penggunaan QRIS bagi Pelaku UMKM". Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan menyasar secara khusus UMKM "Soto Bu Wiwik" yang berlokasi di Desa Jirapan pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Program kerja kolaboratif ini dilatarbelakangi oleh hasil pengamatan terhadap kondisi operasional di warung Soto Bu Wiwik yang selama ini masih bergantung sepenuhnya pada transaksi tunai konvensional. Keadaan ini kerap menimbulkan kendala praktis dalam kegiatan jual-beli sehari-hari. Ibu Wiwik sering kali kesulitan mencari uang kembalian dalam pecahan kecil saat pembeli sedang ramai, serta dihadapkan pada kekhawatiran akan risiko kerugian akibat menerima uang palsu. Selain persoalan transaksi pembayaran, masalah pencatatan keuangan juga menjadi tantangan utama. Pembukuan di warung tersebut belum tertata rapi karena masih tercampurnya uang tunai pribadi dan uang hasil usaha, sehingga menyulitkan evaluasi keuntungan bersih yang didapatkan setiap bulannya.

Sebagai solusi konkret atas rentetan permasalahan tersebut, Zalfa bersama rekannya turun langsung memberikan edukasi dan pendampingan intensif kepada Ibu Ari selaku pemilik asli warung Soto Bu Wiwik. Proses pendampingan ini diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran digital yang sangat praktis, cepat, dan aman bagi penjual maupun pembeli. Pendaftaran akun QRIS difasilitasi secara penuh oleh para mahasiswa menggunakan layanan aplikasi DANA hingga tahap pencetakan selesai. Untuk memastikan keberlanjutan program, UMKM Soto Bu Wiwik turut difasilitasi dengan hasil fisik berupa Barcode QRIS yang kini telah siap dipajang di area etalase usahanya.

Tidak berhenti pada digitalisasi pembayaran, pengabdian masyarakat ini juga menghadirkan luaran fisik krusial lainnya berupa Buku Saku Literasi Keuangan UMKM yang diberikan langsung kepada pelaku usaha. Booklet edukatif ini dirancang secara komprehensif agar mudah dipahami dan dipraktikkan. Di dalamnya, termuat panduan rinci mengenai pencatatan kas masuk dan kas keluar, langkah-langkah penyusunan laporan laba rugi sederhana, informasi teknis penggunaan QRIS, hingga panduan dasar mengenai aspek perpajakan UMKM. Kehadiran booklet ini diharapkan mampu menjadi pegangan kuat bagi pemilik UMKM Soto Bu Wiwik untuk mulai menerapkan kedisiplinan dalam memisahkan urusan keuangan pribadi dan bisnis secara sistematis.


Mahasiswa KKN Undip, Zalfa menyerahkan Buku Saku Literasi Keuangan UMKM guna mendukung perbaikan administrasi keuangan usahanya


Seluruh rangkaian kegiatan pendampingan ini sangat sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) tingkat global. Fokus utamanya bermuara pada pemenuhan Goal 8: Decent Work and Economic Growth serta Goal 9: Industry, Innovation and Infrastructure. Melalui transformasi sistem pembayaran dan tata kelola pembukuan yang jauh lebih terstruktur, UMKM Soto Bu Wiwik diharapkan dapat terus bertumbuh menjadi usaha yang semakin mandiri, memiliki transparansi finansial yang baik, serta mampu bersaing di tengah pesatnya tantangan ekonomi saat ini.

 

Penulis: Zalfa Putri Aryani

Mahasiswa KKN Reguler Tim II UNDIP 2026

Universitas Diponegoro

Fakultas Ekonomika dan Bisnis

Program Studi Akuntansi

Editor: Keredaksian Digdaya





Posting Komentar