Penyerahan peta informasi Desa
Sidodadi untuk ditempatkan di Balai Desa Sidodadi, disaksikan oleh Kepala Desa
Sidodadi, Bapak Sugino, Selasa (11/08/2026).
SRAGEN, 11 Agustus 2026 – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro mengembangkan peta informasi Desa Sidodadi sebagai media yang memuat berbagai informasi mengenai potensi dan fasilitas desa. Program ini merupakan hasil kolaborasi mahasiswa KKN dari empat bidang keilmuan, yaitu Teknik Sipil, Teknik Mesin, Akuntansi, dan Kesehatan Masyarakat. Masing-masing bidang berkontribusi dalam mengumpulkan dan mengolah informasi sesuai dengan fokus keilmuannya. Hasil kolaborasi tersebut kemudian ditempatkan di Balai Desa Sidodadi sebagai media informasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pengunjung desa.
Penyusunan peta informasi ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya titik lokasi Posyandu Desa Sidodadi pada Google Maps. Kondisi tersebut dapat menyulitkan masyarakat maupun pihak lain yang membutuhkan informasi mengenai lokasi fasilitas pelayanan kesehatan di desa. Oleh karena itu, Tim KKN melakukan pendataan dan pemetaan lokasi Posyandu serta fasilitas kesehatan lainnya untuk menyediakan informasi lokasi yang lebih jelas dan mudah diakses. Hasil pemetaan tersebut kemudian diintegrasikan dengan informasi dari bidang lainnya ke dalam peta informasi Desa Sidodadi.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN dari empat bidang keilmuan, yaitu Teknik Sipil, Teknik Mesin, Akuntansi, dan Kesehatan Masyarakat, memiliki kontribusi masing-masing dalam penyusunan peta informasi Desa Sidodadi. Setiap bidang mengumpulkan dan mengolah data sesuai dengan fokus keilmuannya, kemudian seluruh informasi tersebut digabungkan menjadi satu media informasi desa.
Cintya Ardi Nur Rahma, mahasiswa KKN dari bidang Kesehatan Masyarakat, menjelaskan bahwa pemetaan fasilitas kesehatan dilakukan karena titik lokasi Posyandu di Desa Sidodadi belum tersedia secara lengkap pada Google Maps. “Kami melakukan pendataan karena lokasi Posyandu di Desa Sidodadi belum tersedia secara lengkap di Google Maps. Dari hasil pendataan, kami berhasil mengidentifikasi 12 Posyandu dan 1 Puskesmas yang kemudian dimasukkan ke dalam peta informasi desa,” jelasnya.
Pemetaan tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mengetahui lokasi fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia di Desa Sidodadi sekaligus menjadi informasi yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah desa.
Dalam proses pendataan, tim menghadapi kendala berupa keterbatasan informasi mengenai lokasi dan data fasilitas kesehatan yang belum terdokumentasi secara lengkap. Untuk mengatasinya, tim melakukan penelusuran dan verifikasi lokasi secara langsung agar informasi yang dimasukkan ke dalam peta sesuai dengan kondisi di lapangan.
Setelah seluruh data dari keempat bidang dikumpulkan dan diolah, informasi tersebut disusun menjadi peta informasi Desa Sidodadi. Peta kemudian ditempatkan di Balai Desa Sidodadi sebagai media informasi yang dapat dilihat dan dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pengunjung. Dengan adanya peta tersebut, masyarakat diharapkan lebih mudah memperoleh informasi mengenai berbagai fasilitas dan potensi yang terdapat di Desa Sidodadi, termasuk lokasi fasilitas pelayanan kesehatan.
Melalui program kolaboratif ini, Tim KKN Universitas Diponegoro Tim II berharap peta informasi desa dapat menjadi media yang bermanfaat dan dapat terus digunakan setelah masa KKN berakhir. Pemerintah desa juga diharapkan dapat memperbarui informasi yang terdapat dalam peta apabila terjadi perubahan, sehingga media tersebut tetap relevan sebagai sumber informasi bagi masyarakat.
Penulis/Reporter: Tim KKN-R 1 Masaran,
Sragen
Dokumentator: Tim KKN-R 1 Masaran,
Sragen
Kontak Media: Tim KKN-R 1 Masaran,
Sragen (@lifeatsidodadi)
Editor: Keredaksian Digdaya

Posting Komentar