Kolaborasi Lintas Jurusan, Mahasiswa KKN Undip Edukasi Warga Desa Jirapan Cegah Hipertensi dengan Produk Herbal Berbasis Bahan Pangan Lokal "JASENI"


Mahasiswa KKN Reguler Tim II UNDIP bersama peserta JASENI

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro 2026 menggelar program kerja multidisiplin yang bertajuk "JASENI" di Desa Jirapan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, pada Selasa, 4 Agustus 2026. Program ini merupakan hasil kolaborasi mahasiswa dari dua bidang keilmuan berbeda, yakni Kesehatan Masyarakat dan Kimia, yang bersama-sama mengedukasi kader Posyandu setempat mengenai pencegahan hipertensi melalui produk herbal berbahan Jahe, Sereh, dan Jeruk Nipis (JASENI).

Pengangkatan isu hipertensi dalam program kerja ini bukan tanpa alasan. Hipertensi dikenal sebagai "silent killer" karena sering tidak menimbulkan gejala yang disadari penderitanya, sehingga banyak kasus baru terdeteksi setelah muncul komplikasi serius seperti stroke maupun penyakit jantung. Melihat juga banyak ditemukan saat pemeriksaan rutin di Posyandu, banyak masyarakat yang memiliki tekanan darah tinggi. Kondisi ini menjadikan hipertensi sebagai salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian khusus di tingkat masyarakat desa, terutama melalui peran kader Posyandu sebagai garda terdepan edukasi kesehatan. Sementara itu, pendekatan herbal berbahan pangan lokal dipilih karena bahan-bahannya mudah didapat, terjangkau, dan sudah akrab dengan keseharian warga, sehingga lebih mudah diterima dan dipraktikkan secara mandiri di rumah sebagai langkah pencegahan maupun pendamping pengobatan medis.

Kegiatan yang berlangsung di aula Balai Desa Jirapan diikuti oleh kader Posyandu Desa Jirapan. Dalam pelaksanaannya, materi disampaikan secara terbagi sesuai bidang keilmuan masing-masing. Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, Hanifah Salma Addinar, memaparkan materi seputar hipertensi secara menyeluruh, mulai dari penyebab, faktor risiko, hingga pengobatan baik secara medis dengan obat-obatan, maupun secara non-medis melalui pemanfaatan bahan herbal berbasis pangan lokal. Sementara itu, mahasiswa Kimia, Yaumi Fih Rakhmah, berperan mengedukasi proses pembuatan produk JASENI beserta penjelasan singkat proses kimiawi yang terjadi di dalamnya, sehingga bahan pangan lokal yang telah dijelaskan sebelumnya dapat dikemas menjadi produk herbal siap konsumsi.

Kolaborasi ini menghasilkan pendekatan edukasi yang lebih utuh di mana kader Posyandu tidak hanya memahami sisi kesehatan dari hipertensi, tetapi juga cara mengolah bahan pangan lokal menjadi produk herbal yang praktis dikonsumsi sehari-hari. Mahasiswa dari kedua bidang keilmuan turut menjelaskan secara langsung proses pembuatan JASENI, mulai dari merebus jahe dan sereh, hingga menambahkan perasan jeruk nipis sebagai sentuhan akhir. Peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut, terlihat sangat aktif pada saat sesi tanya jawab seputar dosis, cara konsumsi, hingga batasan penggunaan herbal sebagai pendamping, bukan pengganti pengobatan medis.



Program kolaboratif ini merupakan bagian dari kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) ke-3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera, dengan mendorong masyarakat desa untuk lebih peduli terhadap kesehatan melalui deteksi dini dan pencegahan berbasis bahan pangan lokal. Selain itu, program ini juga sejalan dengan SDGs ke-5 tentang Kesetaraan Gender, mengingat mayoritas kader Posyandu adalah perempuan yang berperan aktif sebagai agen perubahan kesehatan di tingkat desa.

Melalui program lintas disiplin JASENI ini, mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro berharap kader Posyandu Desa Jirapan dapat menjadi ujung tombak penyebaran informasi kesehatan sekaligus mampu memproduksi sendiri minuman herbal pencegah hipertensi yang murah, mudah didapat, dan telah didukung bukti penelitian ilmiah. 




Penulis: Hanifah Salma Addinar/Kesehatan Masyarakat/ Universitas Diponegoro

Editor: Keredaksian Digdaya

Posting Komentar