Penyerahan Kunci Box Panel Surya kepada Ketua Kelompok Tani Mijen Permai
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 52 Universitas Diponegoro (Undip) menghadirkan lampu jalan otomatis berbasis Internet of Things (IoT) dengan memanfaatkan tenaga panel surya di Sendang Kemantren, Kelurahan Mijen, Kota Semarang pada 14 Agustus 2026.
Program tersebut merupakan bagian dari program kerja “Revitalisasi Sendang” yang bertujuan mendukung proses penataan Sendang Kemantren sebagai kawasan yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata di masa mendatang.
Sendang Kemantren berada di kawasan hutan jati Mijen dan selama ini dirawat oleh Kelompok Tani setempat. Kawasan tersebut memiliki potensi lingkungan yang dapat dikembangkan, namun masih terdapat sejumlah keterbatasan infrastruktur, salah satunya belum tersedianya penerangan di sekitar sendang.
Kondisi lokasi yang berada di kawasan hutan juga membuat akses terhadap jaringan listrik tidak semudah di kawasan permukiman. Hal tersebut menjadi pertimbangan mahasiswa dalam mencari alternatif penerangan yang dapat menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar.
Sebagai mahasiswa Program Studi Informatika, tim KKN-T IDBU 52 kemudian mengembangkan solusi berbasis teknologi sesuai arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Setelah melakukan koordinasi dengan pihak setempat, kebutuhan penerangan di kawasan sendang menjadi salah satu kebutuhan yang dinilai penting untuk mendukung proses penataan kawasan.
Agus Chris, selaku Ketua Kelompok Tani Mijen, menyampaikan bahwa keberadaan penerangan dapat membantu mendukung aktivitas dan proses penataan kawasan Sendang Kemantren.
“Selama ini memang belum ada penerangan di sekitar sendang. Dengan adanya lampu ini, kami berharap kawasan bisa lebih nyaman dan memudahkan warga ketika ada kegiatan atau perawatan di sekitar sendang,” ujar Agus.
Berdasarkan kebutuhan tersebut, mahasiswa merancang sistem lampu jalan otomatis berbasis IoT dengan panel surya sebagai sumber energi. Sistem ini dirancang agar lampu dapat bekerja secara otomatis sesuai kondisi yang telah ditentukan tanpa bergantung sepenuhnya pada jaringan listrik konvensional.
Proses pengembangan dilakukan mulai dari menentukan komponen yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan, merakit rangkaian, hingga melakukan pengujian sistem. Rangkaian tersebut mengintegrasikan panel surya, komponen pengatur dan penyimpan energi, perangkat pengendali, serta lampu sebagai sumber penerangan.
Panel surya digunakan untuk menangkap energi matahari yang kemudian dimanfaatkan sebagai sumber daya sistem. Sementara itu, perangkat pengendali berfungsi mengatur kerja lampu sehingga sistem dapat beroperasi secara otomatis.
Mahasiswa juga melakukan pengujian untuk memastikan rangkaian dapat menerima dan menyimpan energi serta lampu dapat bekerja sesuai mekanisme yang telah dirancang. Proses ini menjadi bentuk penerapan ilmu Informatika untuk menjawab permasalahan nyata yang ditemukan di lingkungan masyarakat.
Ketua RW 07, Siyamto, menyampaikan bahwa penerapan lampu tenaga surya tersebut diharapkan dapat menjadi contoh yang dapat dikembangkan di kawasan sendang lainnya.
“Kami berharap lampu ini bisa menjadi percontohan. Kalau sudah terlihat manfaatnya, ke depannya bisa diduplikasi dan diterapkan di daerah sendang lainnya, sehingga kawasan-kawasan tersebut juga bisa lebih tertata dan memiliki penerangan,” ujar Siyamto.
Penggunaan panel surya dinilai sesuai dengan kondisi kawasan yang memiliki keterbatasan akses terhadap jaringan listrik. Selain menyediakan sumber energi alternatif, penerapan teknologi tersebut juga menjadi upaya memperkenalkan pemanfaatan energi terbarukan untuk kebutuhan fasilitas sederhana di lingkungan masyarakat.
Kehadiran lampu diharapkan dapat mendukung kenyamanan dan
aksesibilitas masyarakat ketika beraktivitas di sekitar kawasan sendang,
sekaligus membantu kegiatan perawatan dan penataan yang dilakukan oleh Kelompok
Tani setempat.
Editor: Keredaksian Digdaya

Posting Komentar