Program tersebut
dilaksanakan melalui edukasi dan praktik pemanfaatan biopori bersama
masyarakat. Edukasi diberikan kepada Ibu-ibu PKK Desa Kedungbanjar dengan
memperkenalkan fungsi, manfaat, serta cara pemanfaatan biopori sebagai salah
satu alternatif sederhana dalam mengelola sampah organik rumah tangga.
Selain memberikan
edukasi, mahasiswa KKN juga membuat biopori yang kemudian diserahkan kepada
perwakilan setiap dusun melalui kepala dusun. Penyerahan ini diharapkan dapat
menjadi langkah awal agar pemanfaatan biopori dapat diterapkan di lingkungan
masing-masing dusun.
Ketua KKN Tim II
Universitas Diponegoro Desa Kedungbanjar menyampaikan bahwa kegiatan
pemanfaatan biopori ini menjadi salah satu upaya untuk membantu mengurangi
permasalahan penumpukan sampah organik di lingkungan masyarakat. “Melalui
pemanfaatan biopori, kami berharap sampah organik rumah tangga yang selama ini berpotensi
menumpuk dapat dikelola dengan lebih baik. Selain mengurangi volume sampah,
biopori juga memberikan manfaat bagi lingkungan melalui peningkatan resapan air
dan menghasilkan kompos yang dapat dimanfaatkan kembali,” ujarnya.
Biopori dapat
membantu meningkatkan resapan air ke dalam tanah sekaligus menjadi media
penguraian sampah organik. Sampah organik yang dimasukkan ke dalam biopori
dapat terurai secara alami dan menghasilkan kompos yang berpotensi dimanfaatkan
kembali untuk tanaman.
Program ini juga
menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mendukung Sustainable Development
Goals (SDGs), khususnya SDGs 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan
serta SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Pemanfaatan
biopori mendorong pengelolaan sampah organik secara lebih bertanggung jawab
sekaligus mendukung terciptanya lingkungan permukiman yang lebih berkelanjutan.
Program ini juga berkaitan dengan SDGs 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak,
melalui upaya meningkatkan resapan air ke dalam tanah.
Melalui kegiatan
ini, mahasiswa KKN Tim II Undip tidak hanya mengenalkan konsep biopori, tetapi
juga mendorong masyarakat untuk menerapkan pengelolaan sampah organik secara
sederhana dan berkelanjutan. Keterlibatan Ibu PKK serta kepala dusun sebagai
perwakilan diharapkan dapat membantu keberlanjutan pemanfaatan biopori di Desa
Kedungbanjar.

Posting Komentar