Latar Belakang
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu
bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan menerapkan pengetahuan dan
keterampilan untuk menjawab permasalahan dan potensi yang terdapat di tingkat
desa. Dalam pelaksanaan KKN di Desa Tunggul, Kecamatan Gondang, Kabupaten
Sragen, salah satu potensi yang menjadi perhatian adalah sektor pertanian yang
menjadi salah satu mata pencaharian utama masyarakat. Aktivitas pertanian
tersebut menghasilkan berbagai limbah organik, contohnya sekam dan jerami padi
yang berasal dari proses penggilingan hasil panen. Sekam padi sebenarnya
memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah
sehingga tidak hanya menjadi limbah, tetapi juga dapat mendukung peningkatan
ekonomi masyarakat.
Pemanfaatan limbah sekam dan jerami padi di Desa
Tunggul masih belum maksimal. Sebagian besar sekam padi masih dibakar,
sedangkan jerami lebih banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Akibatnya dari
kebiasaan tersebut, limbah yang dihasilkan belum memberikan nilai ekonomi yang
optimal bagi masyarakat. Pembakaran limbah pertanian secara terbuka berpotensi
menghasilkan emisi gas dan partikel yang dapat menurunkan kualitas udara di
lingkungan sekitar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa limbah pertanian di Desa
Tunggul masih memiliki peluang untuk dikelola secara lebih produktif dan
berkelanjutan.
Salah satu alternatif yang dapat dikembangkan
adalah pemanfaatan sekam dan jerami padi menjadi briket arang. Sekam padi dapat
diolah melalui proses karbonisasi atau pirolisis dengan suplai oksigen yang
terbatas untuk menghasilkan bahan bakar padat yang memiliki nilai guna.
Pengembangan briket arang tidak hanya berkaitan dengan proses pengolahan
limbah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar dapat berjalan
secara berkelanjutan. Pemerintah Desa, kelompok tani, BUMDes, karang taruna,
penyuluh pertanian, dan masyarakat memiliki peran yang berbeda dalam mendukung
proses pengumpulan bahan baku, pengolahan, pemasaran, hingga pengembangan usaha.
Berangkat dari kondisi tersebut, salah satu
kontribusi dalam Program Kerja Multidisiplin 1 adalah penyusunan dokumen hasil pemetaan stakeholder
pengelolaan briket arang berbasis sekam dan jerami Padi di Desa Tunggul.
Pemetaan stakeholder dilakukan untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang memiliki
peran dan kepentingan dalam pengembangan briket arang sekaligus memberikan
gambaran mengenai pembagian peran, tingkat pengaruh, serta bentuk hubungan
antar-pemangku kepentingan.
Pemetaan
Stakeholder Pengelolaan Briket Arang
Stakeholder mapping merupakan proses untuk mengetahui pihak-pihak yang
memiliki keterkaitan secara langsung maupun tidak langsung dalam pengelolaan
briket arang berbahan sekam padi di Desa Tunggul. Terdapat beberapa stakeholder
yang memiliki peran dalam pengembangan usaha tersebut, yaitu Pemerintah Desa,
Gabungan Kelompok Tani, BUMDes, Karang Taruna, Penyuluh Pertanian, dan
masyarakat. Masing-masing stakeholder memiliki kepentingan dan bentuk
kontribusi yang berbeda sesuai dengan kapasitasnya.
Pemerintah Desa memiliki kepentingan dalam
mendukung pemberdayaan masyarakat dan berperan sebagai pihak yang melakukan
koordinasi program. Kelompok tani memiliki peran penting sebagai penyedia sekam
padi yang menjadi bahan baku utama briket. BUMDes memiliki potensi dalam
mendukung aspek pemasaran dan pengembangan usaha, sementara karang taruna dapat
membantu kegiatan operasional di lapangan. Terakhir, penyuluh pertanian
berperan dalam memberikan pendampingan teknis, sedangkan masyarakat menjadi
pihak yang dapat memanfaatkan sekaligus mengembangkan usaha berbasis potensi
lokal tersebut.
Pemetaan kemudian dilanjutkan melalui analisis power-interest atau pengaruh-kepentingan untuk
melihat tingkat pengaruh dan kepentingan masing-masing stakeholder.
Pemerintah Desa memiliki tingkat pengaruh dan kepentingan yang tinggi sehingga
ditempatkan sebagai mitra
utama. Kelompok tani memiliki tingkat kepentingan tinggi dengan
pengaruh yang lebih rendah dan ditempatkan sebagai pelaksana utama,
sedangkan BUMDes menjadi mitra
pemasaran. Karang Taruna berperan sebagai pendukung program,
sementara penyuluh pertanian memiliki pengaruh tinggi dengan tingkat
kepentingan yang lebih rendah sehingga berperan sebagai konsultan teknis.
Selain mengidentifikasi dan mengelompokkan
stakeholder berdasarkan tingkat pengaruh dan kepentingannya, pemetaan juga
menggambarkan hubungan antar-stakeholder dalam pengelolaan briket arang.
Pemerintah Desa berkoordinasi dengan kelompok tani dalam pelaksanaan program
dan dengan BUMDes dalam pengembangan usaha. Kelompok tani dapat berhubungan
dengan karang taruna dalam penyediaan bahan baku, sementara BUMDes berhubungan
dengan kelompok tani dalam aspek pembelian produk. Penyuluh pertanian juga
memiliki hubungan pendampingan teknis dengan kelompok tani. Dengan adanya
gambaran hubungan tersebut, proses pengelolaan briket dapat diarahkan melalui
kerja sama yang lebih terstruktur antar-pihak.
Gambar 2. Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro
menyerahkan luaran Multidisplin 1 berupa Dokumen pemetaan stakeholder kepada Kepala
Desa Tunggul
Manfaat bagi
Pemerintah Desa dan Masyarakat
Dokumen Hasil Pemetaan Stakeholder Pengelolaan Briket Arang Berbasis Sekam Padi di Desa Tunggul memberikan beberapa manfaat bagi Pemerintah Desa dan masyarakat, antara lain:
- Memberikan gambaran mengenai pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan pengelolaan briket arang, baik yang memiliki peran langsung maupun tidak langsung.
- Memperjelas pembagian peran dan tanggung jawab antara Pemerintah Desa, kelompok tani, BUMDes, karang taruna, penyuluh pertanian, dan masyarakat sehingga setiap pihak dapat mengetahui bentuk kontribusinya.
- Membantu Pemerintah Desa dalam membangun koordinasi dengan stakeholder terkait dalam pengelolaan limbah sekam padi dan pengembangan usaha briket arang.
Ucapan Terima Kasih
Penyusun mengucapkan terima kasih kepada
Pemerintah Desa Tunggul, para Kepala RT, Tim Penggerak PKK Desa Tunggul, Dosen
Pembimbing Lapangan, serta seluruh masyarakat Desa Tunggul dan pihak pihak
lainnya yang saya tidak bisa sebut satu per satu yang telah memberikan dukungan
dan berpartisipasi dalam proses penyusunan Program Kerja Multidisiplin 1.
Dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam
terlaksananya kegiatan Pengembangan Briket Arang Berbahan Jerami dan Sekam Padi.
Penyusun Arsyadhia Rafie Priyambodo Program
Studi Ilmu
Pemerintahan Fakultas Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Universitas Diponegoro Lokasi
Pengabdian Desa Tunggul, Kecamatan Gondang, Kabupaten
Sragen Periode KKN KKN Reguler
Tim II 2025/2026 (8 Juli – 18 Agustus 2026)
Editor: Keredaksian Digdaya


Posting Komentar