Sukoharjo, 31 Juli 2026 – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Tahun Akademik 2025/2026 sukses menyelenggarakan program kerja sosialisasi pencegahan bullying yang bertempat di SDN Gentan 01, Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, pada Jumat, 31 Juli 2026. Kegiatan yang menyasar siswa kelas 4 hingga 6 tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran siswa mengenai bullying sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Program berjudul “Peningkatan Kesadaran Anak Sekolah Dasar dalam Pencegahan Bullying dan Membangun Lingkungan Sekolah yang Aman” ini digagas oleh lima mahasiswa lintas jurusan sebagai bentuk edukasi pencegahan bullying sejak dini. Kegiatan ini juga mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) ke-4 tentang pendidikan berkualitas dan SDGs ke-16 tentang perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh.
Program ini melibatkan Nabila Zahra Nasution dari Fakultas Hukum, Shaffarumana Aghnyaismi Dewaratri dari Fakultas Psikologi, Shafa Awwalia Putri dari Sekolah Vokasi, Maylaluna Azzahra Putri Adria dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Yeni Rahmawati dari Fakultas Ilmu Budaya. Kelima mahasiswa ini mengemas materi dengan pendekatan yang beragam sesuai bidang keilmuan masing-masing agar pesan mengenai pencegahan bullying dapat lebih mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
Nabila Zahra Nasution membuka sesi dengan materi seputar pengertian bullying, perbedaan antara bercanda dan bullying, serta hak dan kewajiban dalam berteman. Materi ini disampaikan lewat presentasi interaktif, tanya jawab, dan poster edukasi. Nabila memaparkan pentingnya siswa memahami hak dan kewajiban dalam pertemanan sejak dini. “Saya berharap melalui kegiatan ini, siswa-siswi bisa lebih memahami bahwa setiap anak punya hak untuk merasa aman dan dihargai. Di sisi lain, kita juga punya kewajiban untuk menghargai orang lain dan tidak menyakiti teman. Jadi, sebelum melakukan sesuatu, kita bisa lebih tahu mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan.”
Shaffarumana Aghnyaismi Dewaratri melanjutkan sesi dengan mengajak siswa mengenali dan mengelola emosi lewat roleplay, sesi refleksi “Pohon Harapan”, hingga praktik teknik butterfly hug untuk menenangkan diri. Shaffarumana menjelaskan bahwa program ini dirancang agar siswa mampu memahami diri sendiri sebelum bersikap terhadap orang lain. “Kalau kita tahu apa yang kita rasakan, kita jadi lebih tahu apa yang harus kita lakukan,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Sementara itu, Shafa Awwalia Putri mengenalkan macam-macam emosi dalam Bahasa Inggris melalui permainan The Emotion Game. Dalam permainan tersebut, siswa diajak mengenali berbagai kosakata yang berkaitan dengan emosi sekaligus menggunakannya dalam situasi sederhana. Pendekatan permainan dipilih agar pembelajaran Bahasa Inggris dapat berlangsung secara interaktif dan menyenangkan.
Tak berhenti di situ, Maylaluna Azzahra Putri Adria turut memperkenalkan alur pengaduan bullying di sekolah lewat poster edukasi. Siswa dikenalkan dengan langkah yang dapat dilakukan ketika mengalami atau melihat tindakan bullying, termasuk pihak-pihak yang dapat dihubungi untuk mendapatkan bantuan. Materi ini diharapkan dapat membantu siswa memahami bahwa mereka dapat meminta bantuan kepada orang dewasa yang dipercaya ketika menghadapi permasalahan bullying.
Sebagai penutup rangkaian materi, Yeni Rahmawati menghadirkan buku cerita edukatif tentang pencegahan bullying. Buku tersebut menggunakan cerita, bahasa sederhana, dan ilustrasi yang disesuaikan dengan siswa kelas 4 hingga 6 SD agar pesan mengenai pertemanan dan pencegahan bullying lebih mudah dipahami. Buku ini juga menjadi salah satu media literasi yang dapat dimanfaatkan siswa dan guru setelah kegiatan berlangsung.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari tanya jawab, permainan, hingga roleplay, “Seru banget kak, main ke sini lagi ya besok,” ujar salah satu siswa SDN Gentan 01. Antusiasme tersebut turut mendapat apresiasi dari pihak kepala sekolah SDN Gentan 01. “Kami dari pihak SDN Gentan 01 mengucapkan terimakasih kepada mahasiswa KKN Undip di Desa Gentan. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan berdampak dalam mendukung progam kami untuk menciptakan sekolah yang nyaman dan ramah bagi siswa,” ujar Abas Budi Pamuji, S.Pd selaku kepala sekolah SDN Gentan 01.
Acara ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. Sebagai tindak lanjut, berbagai media edukasi yang dihasilkan selama program, seperti poster, papan permainan, pohon harapan, hingga buku cerita edukatif, diserahkan kepada pihak SDN Gentan 01 untuk dapat dimanfaatan sebagai bahan ajar dan pengingat bagi siswa maupun guru. Melalui program ini, mahasiswa KKN Tim II Undip berharap dapat menumbuhkan kesadaran anti-bullying sejak dini serta mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman di Desa Gentan.
Penulis/Reporter: KKN Tim II Undip 2026
Editor: Keredaksian Digdaya
.jpeg)

Posting Komentar