UMKM Sidodadi Naik Kelas, Mahasiswa KKN-R Tim II UNDIP Kenalkan Pembayaran Digital QRIS

 

Mahasiswa KKN-R Tim II UNDIP memberikan penyuluhan pemanfaatan pembayaran digital melalui QRIS kepada pelaku UMKM Desa Sidodadi pada (29/07/2026).

Sidodadi, 29 Juli 2026Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Tim II Desa Sidodadi dari Universitas Diponegoro menyelenggarakan program kerja multidisiplin 2 “UMKM Go Digital: Sistematisasi QRIS” melalui kegiatan penyuluhan pemanfaatan pembayaran digital menggunakan QRIS di Desa Sidodadi, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, pada Rabu, 29 Juli. Kegiatan ini menyasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai upaya mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan transaksi usaha.

Program tersebut memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui upaya mendukung perkembangan dan daya saing UMKM sebagai bagian dari kegiatan ekonomi masyarakat. Pemanfaatan teknologi pembayaran digital juga sejalan dengan SDG 9 yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, khususnya dalam mendorong penerapan inovasi teknologi dalam aktivitas ekonomi masyarakat.

Kegiatan dilaksanakan sebagai respons terhadap perkembangan transaksi digital yang semakin banyak digunakan dalam aktivitas jual beli. Pelaku UMKM perlu memperoleh pemahaman mengenai alternatif pembayaran digital agar dapat mengikuti perkembangan teknologi dan memberikan pilihan transaksi yang lebih praktis kepada pelanggan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-R Tim II UNDIP memberikan penyuluhan mengenai pengertian QRIS, manfaat penggunaan QRIS bagi UMKM, cara melakukan transaksi melalui QRIS, serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan pembayaran digital.

Angela Merici Marhayurini, mahasiswa Akuntansi Perpajakan, menjelaskan bahwa digitalisasi pembayaran merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan pelaku UMKM untuk mengikuti perkembangan teknologi. “Kami ingin memperkenalkan QRIS kepada pelaku UMKM sebagai salah satu alternatif pembayaran digital yang praktis. Harapannya, pelaku usaha dapat memahami manfaatnya dan mulai memanfaatkan pembayaran digital dalam kegiatan usaha,” ujar Angela Merici.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai QRIS dan manfaatnya bagi pelaku UMKM. Selanjutnya, mahasiswa memberikan demonstrasi dan simulasi penggunaan QRIS dalam transaksi. Pelaku UMKM juga diberikan kesempatan untuk mencoba memahami alur pembayaran digital secara langsung.

Untuk mendukung keberlanjutan edukasi, mahasiswa KKN-R Tim II UNDIP menyediakan booklet dan leaflet panduan pendaftaran serta penggunaan QRIS. Materi tersebut disusun secara praktis agar pelaku UMKM dapat mempelajari kembali tahapan dan cara penggunaan QRIS setelah kegiatan penyuluhan selesai.

Pelaku UMKM tampak antusias mengikuti kegiatan, terutama ketika mahasiswa memberikan contoh transaksi menggunakan QRIS. Penyuluhan tersebut memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk mengenal sistem pembayaran digital secara lebih dekat sekaligus memahami penerapannya dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Melalui program “UMKM Go Digital: Sistematisasi QRIS”, mahasiswa KKN-R Tim II UNDIP berharap pelaku UMKM di Desa Sidodadi semakin terbuka terhadap pemanfaatan teknologi digital. Pengenalan QRIS diharapkan menjadi salah satu langkah awal dalam mendukung kemudahan transaksi dan mendorong UMKM desa untuk berkembang mengikuti era digital.



Penulis/Reporter: Tim KKN-R UNDIP Desa Sidodadi
Editor: Keredaksian Digdaya
Fotografer: Tim KKN-R UNDIP Desa Sidodadi
Kontak Media/Humas Kelompok: @lifeatsidodadi / kknsidodaditim1@gmail.com




Posting Komentar