SRAGEN – Mahasiswa Peternakan Tim II KKN-R Universitas Diponegoro (Undip)
menghadirkan inovasi pemanfaatan limbah peternakan padat dari kotoran sapi
kepada ibu-ibu Dasa Wisma (Dawis) 1 RT 01 di Desa Dawungan, Kecamatan Masaran,
Kabupaten Sragen. Minggu, 9 Agustus 2026.
Program pembuatan pupuk kandang berdasarkan Ibu-Ibu
Dasa Wisma (Dawis) 1 RT 01 Desa Dawungan dalam meciptakan ketahanan pangan dan
Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sehingga bahan yang digunakan merupakan bahan yang
mudah dijumpai yaitu limbah kotoran sapi yang dapat dimanfaatkan kembali
sebagai pupuk organik. Limbah Padat Kotoran Sapi dapat dimanfaatkan menjadi
pupuk kandang sebagai media tanam.
Mahasiswa Peternakan Tim II KKN-R Undip menjelaskan
karakteristik pupuk kandang yang telah matang. Pupuk yang baik ditandai dengan
warna yang lebih gelap, tekstur yang remah, tidak terlalu basah, serta memiliki
aroma yang menyerupai tanah. Sehingga ibu-ibu Dawis 1 RT 01 dapat menerapkan
pupuk kandang pada tanaman di lingkungan Dawis maupun didepan rumah. Penerapan
secara langsung ini dilakukan agar masyarakat dapat memahami cara pemanfaatan
pupuk kandang sekaligus melihat potensinya dalam mendukung pemeliharaan tanaman
di lingkungan rumah.
Kegiatan ini pun disambut antusias oleh
para Ibu-Ibu Dawis 1 RT 01.
"Kegiatan
Pemanfaatan Pupuk kandang limbah padat dari kotoran Sapi sebagai media tanam
pada tanaman sayuran dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sangat terbantu. Pupuk
Tanaman yang sering digunakan dengan harga 8.000/Kg sehingga inovasi yang diberikan
sangat bermanfaat bagi ibu-ibu daerah sini,"
ungkap dari salah satu anggota Dawis 1 RT 01 Desa Dawungan.
Mahasiswa Peternakan Tim II KKN-R Undip berupaya
mendorong masyarakat Desa Dawungan dalam melihat potensi limbah padat dari
kotoran sapi sebagai sumber media tanam yang ramah lingkungan.
Penulis
Nama : Muhammad Yulio Alan
Nasik
Universitas : Universitas Diponegoro
Program Studi : S-1 Peternakan
Editor: Keredaksian Digdaya


Posting Komentar