Mahasiswa KKN UNDIP Dorong Pengelolaan Sampah Lebih Terukur melalui Program SIGAP ASAP di Desa Karanganyar

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program kerja SIGAP ASAP (Solusi Inovatif Gerakan Antisipasi Pencemaran Asap dari Pembakaran Sampah) di Desa Karanganyar. Program ini diwujudkan melalui pembuatan satu unit rocket stove sebagai salah satu upaya untuk mengurangi dampak dari pembakaran sampah secara terbuka.

Pembuatan rocket stove dilaksanakan pada 1 Agustus 2026 dan kemudian diresmikan oleh Kepala Desa Karanganyar pada 4 Agustus 2026. Selain menghasilkan alat, program ini juga dilengkapi dengan pendampingan kepada warga mengenai pencatatan sampah yang berhasil dikelola.

Dalam pendampingan tersebut, mahasiswa KKN mengajak warga untuk mulai mencatat jumlah sampah yang dikelola secara rutin. Pencatatan sederhana ini dilakukan agar warga dapat mengetahui seberapa banyak sampah yang berhasil ditangani dan melihat perkembangan pengelolaan sampah dari waktu ke waktu.

Mahasiswa KKN juga memberikan pemahaman mengenai manfaat pencatatan terhadap penghematan biaya bahan bakar. Dengan mengetahui jumlah sampah yang dapat dikelola, warga dapat memperkirakan kebutuhan bahan bakar yang digunakan serta melihat potensi penghematan yang dapat diperoleh.

Kegiatan ini diharapkan dapat membuat pengelolaan sampah tidak hanya dilakukan secara langsung, tetapi juga memiliki catatan yang jelas. Catatan tersebut dapat menjadi bahan bagi warga dan pemerintah desa untuk melihat kondisi pengelolaan sampah serta menentukan langkah yang lebih tepat ke depannya.

Melalui pengelolaan sampah yang lebih tertata dan pemanfaatan sumber daya secara lebih bijak, program SIGAP ASAP turut mendukung SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Upaya ini juga diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan Desa Karanganyar yang lebih bersih dan nyaman bagi masyarakat.

Program SIGAP ASAP menjadi salah satu bentuk upaya mahasiswa KKN Undip dalam memberikan solusi yang tidak hanya berfokus pada pembuatan alat, tetapi juga pada perubahan kebiasaan masyarakat. Melalui pencatatan sederhana, warga diajak untuk lebih memahami jumlah sampah yang mereka hasilkan, sampah yang berhasil dikelola, serta manfaat yang dapat diperoleh dari pengelolaan tersebut.

Dengan adanya rocket stove dan pendampingan pencatatan, mahasiswa KKN berharap masyarakat Desa Karanganyar dapat semakin sadar akan pentingnya mengelola sampah dengan baik. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih tertata, hemat, dan memperhatikan kebersihan lingkungan.




Penulis: Luthfia Rahmatika
Editor: Keredaksian Digdaya

Posting Komentar